Tips Komunikasi Yang Efektif
Saat berbicara atau berkomunikasi kamu tentu ingat pesanmu tersampaikan dengan baik dan orang yang kamu ajak bicara memberikan respon yang baik juga. Jika kamu tidak ingin pembahasan menjadi bertele-tele bahkan out of topic, maka kamu perlu mempelajari tips supaya komunikasi menjadi efektif.
Mungkin saat sedang bersama kawan dekat obrolan tidak efektif pun rasanya baik-baik saja. Namun jika kamu terbiasa berkomunikasi kurang efektif atau tidak baik, hal ini akan mempengaruhi komunikasi kamu dalam situasi formal.
Sebab cara berbicara kita, gaya bahasa, intonasi dan attitude kita saat berkomunikasi entah dengan orang tua, teman, dan orang lain merupakan sebuah kebiasaan. Apabila kita tidak membiasakan berkomunikasi efektif, maka besar kemungkinan kebiasaan komunikasi yang buruk ini akan terbawa hingga saat bekerja.
Oleh karena itu, berikut ini merupakan tips komunikasi kamu menjadi lebih efektif lagi.
1. Berbicara Secara Baik dan Jelas
Maksud dari Bicara secara baik adalah berbicara secara jelas, dengan intonasi nada yang tidak buru-buru atau terlalu lambat. Para voice over atau penyiar bahkan berbicara dengan nada yang enak dan penekanan yang pas.
Begitu pula saat kita berbicara saat berkumpul dengan kawan, atau di depan umum. Komunikasi akan terasa menarik di telinga orang yang kita ajak bicara sebab ucapan atau pembahasan yang kita sampaikan dengan jelas dan baik.
2. Mendengarkan Orang Lain
Komunikasi yang baik adalah komunikasi dua arah dimana tidak hanya kamu yang berbicara namun ada kalanya orang lain juga berbicara. Saat orang lain sedang berbicara sebaiknya kamu menyimak dan mendengarkannya.
Menyimak adalah bagian dari komunikasi. Saat mendengarkan kamu akan mencerna informasi yang diberikan dan kemudian memberikan respon yang sesuai. Ini juga bukan hal yang mudah bagi sebagian orang untuk menangkap informasi dan tanggap terhadap informasi tersebut.
Selain itu, mendengarkan orang lain artinya kamu menghargai mereka dengan memberikan waktu untuk orang lain berpendapat dan tidak memotong pembicaraannya.
Selama mendengarkan orang lain, kita akan mampu melihat bagaimana gerak-geriknya ketika mengucapkan sesuatu dan dari situ kita dapat mempelajari sesuat
3. Menggunakan Gesture
Berbicara atau berkomunikasi juga memerlukan gestur atau bahasa tubuh. Supaya pembicaraan terasa semakin menarik kamu perlu juga menunjukan bahasa tubuh yang sesuai, tapi jangan berlebihan.
Adanya bahasa tubuh ini akan membuat kamu tampak bersemangat dan tertarik pada pembahasan tersebut. Ini juga secara tidak disadari mampu menarik orang lain yang kamu ajak bicara sehingga semakin terhanyut pada obrolan kalian.
Begitu juga sebaliknya, ketika orang lain sedang berbicara kamu juga bisa memperhatikan bahasa tubuhnya. Atau saat kamu membicarakan sesuatu kemudian kawanmu menunjukan gestur yang kurang nyaman, maka kemungkinan dia tidak nyaman membahas hal tersebut, dengan begitu kamu bisa mengganti bahasan supaya tidak canggung.
Ketika berkomunikasi dengan lawan bicara kadang kita merasa ragu apakah kata yang terucap membuat lawan bicara kita merasa tidak nyaman.
4. Memperhatikan Konteks Pembicaraan
Konteks pembicaraan merupakan hal utama yang perlu kamu perhatikan saat berkomunikasi. Saat seseorang sedang membahas suatu topik maka kamu bisa memberikan tanggapan yang sesuai dengan itu.
Jangan sampai kamu memberikan tanggapan yang keluar dari konteks, bisa-bisa lawan bicaramu akan kapok saat berkomunikasi karena kita tidak nyambung. Ketika membahas suatu hal memang ada kalanya topik pembahasan melebar atau bahkan bergeser, terutama saat berbicara dengan teman. Namun, respon yang diberikan tentu akan selalu sesuai dan mengikuti konteks pembicaraan
5. Memberikan Intermezo dan Humor
Supaya semakin menarik kamu bisa menambahkan intermezo berupa humor dalam sela-sela pembicaraan. Terutama saat bicara dalam situasi semi-formal misalnya saat sedang presentasi, atau berbicara dengan orang lain, selipan humor tetap diperlukan agar tidak bosan.
Tapi ingat, jangan terlalu sering membubuhkan humor sebab nantinya komunikasi kamu akan terasa tidak berbobot dan terlalu banyak bercanda. Humor ini juga dapat kamu gunakan sebagai selingan dan cara untuk menarik respon orang yang sedang diajak berbicara.
6. Pembahasan Jangan Terlalu Self-Centered
Menceritakan tentang diri sendiri memang perlu, supaya lawan bicara kita mengetahui informasi tentang kita. Tapi kalau setiap bahasan hanya melulu menceritakan diri sendiri, maka ini akan memberikan kesan bahwa kamu ingin menonjol dan superior serta akan membuat orang lain bosan.
Ada kalanya kita perlu memberikan waktu untuk orang lain menceritakan kisah mereka, atau pendapat mereka juga. Disisi lain, dengan membiarkan orang lain berpendapat kamu tidak akan terkesan egois saat berkomunikasi.
Alih-alih menggiring topik ke sesuatu yang bersifat personal, ada baiknya kamu mencoba memilih topik bahasan yang dapat menarik bahkan membawa pengaruh baik bagi orang yang kita ajak bicara.
7. Saling Menghargai Pendapat
Ada saat dimana kita menyadari bahwa orang yang sedang diajak bicara tidak memiliki jalan pemikiran yang sama dengan kita. Kalau sudah begitu, sikap terbaik yang bisa kamu tunjukan adalah dengan berbesar hati menghargai pendapat orang lain.
Pahami bahwa semua orang memiliki pemikiran dan sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, perbedaan pendapat sangat mungkin terjadi dan kamu tidak boleh marah ketika ada orang yang tidak setuju dengan kita.
Alih-alih bersikap subjektif karena ingin pendapatmu diterima, akan lebih baik apabila kamu menghargai pendapat lawan bicara. Ingatlah bahwa hal ini sangat wajar terjadi, sehingga meskipun berbeda pendapat dengan menghargai mereka, komunikasi akan tetap berakhir dengan baik. Tanpa meninggalkan kesan buruk atau kemarahan sesama lawan bicara.
8. Mengendalikan Emosi
Ketika menjalin komunikasi dengan orang lain seringkali kita berada pada situasi dimana orang lain tidak setuju dengan pendapat kita. Kendati begitu, kita perlu mengendalikan emosi diri supaya tidak mudah terpancing dan tetap berusaha objektif terhadap topik pembahasan.
Memang bukan perkara mudah ketika sudah membahas masalah emosi, karena setiap orang memiliki pengendalian yang berbeda-beda terhadap diri masing-masing. Tapi hal ini dapat kamu mulai melalui kebiasaan-kebiasaan kecil supaya tidak emosi stabil dan tidak meluap-luap.
Sebenarnya, hal ini tidak hanya berlaku bagi kita saat melakukan komunikasi saja. Pengendalian emosi ini akan berguna juga bagi kita saat bekerja nanti, bagaimana caranya supaya diri bisa menyesuaikan dengan keadaan seperti apapun.
Pentingnya mengendalikan emosi ketika berkomunikasi tentu bertujuan untuk menghindari konflik. Ada cara-cara supaya kita bisa menghindari konflik dengan mengendalikan diri dan melakukan komunikasi yang baik.
9. Memperhatikan Etika
Ketika berbicara dengan kawan dekat dan dengan atasan kerja maka etika yang kamu gunakan otomatis berbeda. Layaknya memancing ikan tadi, kamu perlu juga menyesuaikan tempat dimana kamu memancing. Mulai dari perangkat apa saja yang diperlukan hingga umpan yang akan kamu lontarkan.
Begitu juga saat berkomunikasi, kamu harus sadar siapa lawan bicara yang kamu ajak diskusi. Bagaimana gestur yang baik, seperti apa topik pembahasan yang tepat, hingga pemilihan kata saat kamu berbicara.
Semuanya adalah bagian dari komunikasi yang mana kita harus tahu tempat dan situasi untuk bisa menciptakan suasana komunikasi yang efektif dan menarik.
Pentingnya Berkomunikasi Efektif
Menjalin komunikasi yang baik sebenarnya sangat penting bagi kita semua, sebab melalui komunikasi orang dapat saling terhubung. Komunikasi juga menunjukan kualitas hubungan kita dengan satu sama lainya.
Baik dengan kawan, orang tua, saudara, tetangga dan relasi kerja. Maka tidak heran apabila seseorang yang memiliki banyak relasi dan teman cenderung memiliki skill komunikasi dan attitude yang baik.
Dari sini kita sadar bahwa komunikasi menjadi sebuah alat yang begitu penting yang kita gunakan untuk saling terhubung dengan orang lain. Untuk saling mengenal dan memahami sesama.
