Kenali FOMO Dan Cara Mengatasinya
FoMO, singkatan dari Fear of Missing Out, adalah sebuah gangguan mental di mana kita merasa cemas dan khawatir apabila orang lain, teman kita, melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih baik atau lebih menyenangkan dari kita dan kita ingin selalu terhubung dengan apa yang mereka lakukan.
Istilah FOMO ditambahkan ke Oxford English Dictionary tahun 2013. Arti FOMO adalah perasaan gugup dan cemas yang dialami seseorang, ketika dirinya tidak menghadiri acara sosial. Hal ini terjadi ketika mereka tidak dapat hadir, tidak diundang, atau tidak merasa ingin pergi. Kemudian kata fomo semakin berkembang. FOMO menyebabkan orang berasumsi punya peringkat sosial rendah. Kemudian mereka mendapatkan kecemasan dan rendah diri.
Biasanya, penyebab FOMO adalah kecanduan bermain media sosial. Melihat story dan unggahan teman-teman kita di Instagram, Snapchat, Twitter, atau Facebook mengenai aktivitas-aktivitas yang mereka jalani terkadang membuat kita merasa khawatir apabila kita tidak bisa menyamai apa yang mereka lakukan. Tentunya, kita pun akan merasa ingin menyamai kegiatan mereka agar tidak dianggap kuper alias kurang pergaulan ataupun ketinggalan zaman.
Cara Mengatasi FOMO
Berikut cara mengatasi FOMO
1. Bersyukur dan Berpikir Positif
Cara mengatasi FOMO adalah mengurangi pikiran negatif. Contohnya media sosial membuat seseorang cenderung membandingkan diri sendiri dan orang lain. Langkah sederhana yang harus kamu lakukan adalah bersyukur pada kehidupan dan berpikir positif.
Langkah ini membuat anda berpikiran lebih baik dan berpuas diri. Pikiran positif membuat kamu lebih fokus pada kehidupan nyata daripada sosial media.
2. Kurangi Penggunaan Sosial Media
Siapa yang setiap bangun tidur selalu mengecek Instagram? Atau selalu membukanya jika ada waktu senggang, bahkan saat bersama orang lain?
Selalu merasa ingin terkoneksi dengan apa yang orang lain lakukan bukanlah hal yang bagus. Apalagi jika melakukannya saat ada dalam momen-momen tertentu, seperti rapat, makan bersama, dan lain-lain. Hal ini membuat kita akan merasa tidak bahagia dengan apa yang kita jalani karena orang lain terlihat lebih bahagia.
Cobalah untuk mengatur waktu dalam bermain media sosial dan kurangi secara perlahan. Jika kita sudah bisa mengurangi waktu untuk bermain media sosial, kita akan menyadari bahwa kita tak benar-benar membutuhkannya setiap saat.
3. Sadari Bahwa Kamu tidak Ketinggalan Tren
Fenomena FOMO seringkali bermula dari media sosial. Perlu kamu pahami, banyak hal yang orang lakukan di media sosial terlalu melebih-lebihkan untuk membuat hidup tampak jauh lebih baik. Hal tersebut bisa mengakibatkan kamu membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain, yang mungkin tidak sesuai dengan yang ada di media sosial. Lebih buruknya lagi, kamu jadi mengejar kehidupan seperti orang lain, yang mungkin tidak realistis untuk dicapai.
Untuk mengatasinya, sebaiknya sadari bahwa kehidupan yang kamu saksikan secara online tersebut sebenarnya tidak ada. Dan tidak perlu khawatir jika kamu ketinggalan tren, atau mungkin sebenarnya kamu tidak ketinggalan tren. Sebab, kehidupan nyata yang kamu jalani saat ini lebih penting untuk dijalani daripada hanya membandingkan diri dengan orang lain.
4. Carilah Aktivitas dan Hobi yang kamu sukai
Waktu untuk bermain media sosial bisa kamu ganti dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti berkumpul dengan teman, mendengarkan musik, membaca, dan lain-lain. Hidup pun akan menjadi lebih produktif, bukan?
5. Jangan Terlalu Memaksakan Diri
Pahamilah bahwa kebutuhan itu terbatas, sedangkan keinginan tidak akan ada habisnya. Menerima kemampuan diri daripada memenuhi setiap keinginan yang kamu miliki, jauh lebih bijaksana daripada menuruti semua dorongan hati untuk kepuasan sesaat.
Daripada memaksakan diri, sebaiknya prioritaskan kegiatan tertentu yang lebih bermakna untuk kondisi kamu saat ini. Putuskan apa yang menjadi prioritas dan fokuslah pada itu.
