Agar Tidak Menyesal, Pastikan hal-hal ini Sebelum Mebeli Laptop Bekas
Kamu butuh laptop cepat, namun dana cekak? Beli laptop lama/bekas saja. Mulai dari lembaga jual-beli (FJB) hingga mengitari pusat elektro, engkau akan mendapatkan banyak pilihan laptop bekas berspek tinggi dengan harga yang tak membentuk kantong nangis bombai.
Akan tetapi, jangan terlalu buru-buru beli! umumnya, sebab terburu-buru, seseorang jadi langsung beli laptop bekas tadi dan mengiyakan apa saja yang dikatakan penjual. Pas balik ke rumah? Baru menyesal sebab kurang ini serta keluar duit lagi buat servis.
“Iya, namanya pula penyesalan… Datangnya selalu pada akhir.”
Nah, agar tidak menyesal, sebelum memboyong laptop bekas tadi, lebih baik pastikan hal-hal ini tidak terlewatkan.
1. Sesuaikan dengan kebutuhanmu
Hal pertama sebelum beli laptop bekas ialah melihat laptop jenis apa yang kamu butuhkan. Istilahnya, kalau engkau artinya pekerja atau mahasiswa/i desain, tidak mungkin kan kamu hanya pakai laptop menggunakan spek tengah atau rendah, kan?
“Oh, iya! bisa crash terus!”
Kebalikannya, Bila kamu pekerja kantoran biasa dan memiliki laptop high-end, bukannya itu overkill (berlebihan)? Dilansir dari page web Xplorion serta Gadget Value, kebutuhan laptopmu bisa terbagi menjadi tiga jenis:
• Basic,
• Intermediate, serta
• Advanced.
Bila basic seperti pekerjaan kantor, surfing internet, dan menyimpan dan menyebarkan file biasa, setidaknya kamu butuh laptop menggunakan RAM minimal dua GB dan prosesor yang minimal lebih cepat dari 1 GHz. Jikalau intermediate seperti tak jarang mengunduh banyak sekali arsip video, audio, atau grafis, bermain video games ringan, serta pekerjaan tempat kerja rumit, setidaknya kamu butuh laptop dengan RAM minimal 4 GB serta prosesor yang minimal lebih cepat dari 2 GHz.
Nah, bila kebutuhanmu telah advanced mirip mengedit gambar atau video (yg membutuhkan rendering menggunakan waktu lama ), produksi musik, bermain atau menghasilkan video game, mengerjakan web hosting, serta pekerjaan rumit yg membutuhkan spek tinggi lainnya, minimal engkau membutuhkan laptop dengan RAM 6 GB ke atas dan prosesor 4 GHz ke atas.
Pertanyaannya, yang manakah kamu? Bila sudah tentukan, baru kita bisa menuju ke poin-poin selanjutnya. Jangan hingga galat beli laptop yang tidak sesuai dengan kebutuhan!
2. Cari spesifikasi laptop bekas yang dibeli
Bila kamu sudah memilih laptop bekas yang sebagai kebutuhanmu, kini saatnya engkau mencari laptop bekas yang sinkron. Hal kedua yang perlu engkau cari ialah spesifikasinya (merujuk di kebutuhan prosesor serta RAM pada poin sebelumnya).
Dilansir dari Make Tech Easier, saat tengah mencari spesifikasinya, ingat-ingat piranti lunak (perangkat lunak) yang akan kamu gunakan di laptop bekasmu, seberapa tak jarang engkau akan menggunakan laptopmu, dan portabilitas laptop tadi. Teruslah gali sampai ke forum-lembaga daring buat melihat aneka macam ulasan.
Nah, Bila engkau sudah menemukan tipe laptop yang akan engkau boyong ke rumah, jangan ragu buat memfotonya hingga mencetak spesifikasinya agar kamu semakin mudah mencari laptop bekas tersebut.
3. Cari tahu harga pasaran
kemudian, sehabis kamu memilih laptop yang kamu butuhkan, saatnya mencari versi bekasnya. sembari engkau mencari bekasnya, kami sarankan untuk mencari harga pasarannya juga, baik versi baru juga versi bekas.
Situs Windows Central menyarankan untuk mencari dulu harga laptop baru tersebut berasal situs atau toko fisik resmi agar mendapatkan sedikit bayangan. sehabis itu, barulah coba untuk merujuk ke situs FJB mirip Tokopedia, Bukalapak, Kaskus, hingga Facebook buat melihat penawaran-penawaran. Jika telah, maka kamu tinggal berangkat buat mencarinya.
Bukan tidak mungkin, Jika harga laptop bekasnya dipatok mahal atau beda tipis dengan yang baru lebih baik beli yang baru sekalian, kan? Lagi pula laptop baru juga masih mendapatkan garansi resmi dan layanan purna jual. Sekali lagi, pilihan ada padamu.
Peringatan, waspadalah pada laptop bekas menggunakan harga yang terlalu murah! contoh, Jika laptop yang harga pasaran barunya Rp11 juta, harga bekasnnya Rp9,5 – 10 juta kemudian ada yang jual hanya Rp4 juta, jangan cepat menekan tombol “Beli”. Hati-hati penipuan! Bukannya untung malah buntung.
4. Beli berasal seller/merchant/toko yang terpercaya
Siap mencari? yuk, berangkat! tetapi, toko atau penjual laptop bekas mana yang perlu kamu datangi? Pastinya yg terpercaya. Windows Central menyarankan buat merujuk ke situs FJB yg terpercaya supaya bisa meminimalisir kemungkinan akan tertipu atau menerima laptop bekas yg tak bermutu. Pastikan situs FJB tersebut menyampaikan agunan perlindungan konsumen Jika laptop bekas tersebut telah rongsokan atau ditipu.
Selain itu, Gadget Value mengingatkan bahwa penjual individu dan retailer mempunyai prinsip yang tidak sama jikalau soal harga laptop bekas. ad interim retailer mematok harga yang lebih mahal buat laptop bekas yang sama dibandingkan penjual individu, retailer pastinya menyampaikan berbagai agunan dan kemudahan bertransaksi dengan kartu kredit.
Pilihan terdapat padamu, ingin membeli laptop bekas berasal retailer atau dari penjual individu pada FJB. Selama engkau berhati-hati, tidak akan rugi!
5. Usahakan bertemu dengan penjual pribadi
“saya mau beli berasal orang lain, nih. Lebih murah! Enaknya, dikirim via paket atau lebih baik cash-on-delivery?”
Menjawab pertanyaan tersebut, telah sempurna kami menyarankanmu untuk bertemu eksklusif menggunakan sang penjual. Apalagi Jika kamu syok pernah tertipu atau menerima barang palsu, membeli laptop bekas pun tidak mampu disebut remeh. Duit yang kamu keluarkan juga banyak!
Oleh karena itu, Windows Central menyarankan buat langsung temui penjualnya pada kawasan yg ramai, seperti mal atau kafe. menggunakan begitu, engkau dapat memastikan laptop bekas tadi bekerja sinkron dengan ekspektasi, sinkron menggunakan spesifikasi, serta kamu happy.
6. Periksa fisik laptop sebelum dibeli
Hari yang ditunggu telah tiba. engkau siap menemui penjual tersebut pada Kafe X jam XX.XX. Akhirnya, engkau melihat laptop bekas tersebut pada hadapanmu. langsung kamu bawa balik ? Tunggu dulu!
Inilah ketika tepat dan krusial bagimu buat mengecek laptop tersebut secara pribadi, secara fisik dan secara spesifikasi. Bawa spesifikasi yg telah dicetak di poin ke-dua? jikalau sudah, ayo bahas fisiknya dulu.
Saat kamu melihat, mengangkat, mengendus, hingga mencoba mengetik di laptop bekas tadi, lihat hal-hal berikut:
• Sasis laptop,
• Monitor,
• Speaker,
• Keyboard serta trackpad,
• CD Drive (opsional),
• Webcam, serta
• Port USB.
Periksa apakah ada kerusakan, baretan, mur yang tanggal, atau goresan halus di bodi laptop bekas tersebut. Nyalakan lagu kesukaanmu serta cek kinerja speaker-nya, apakah suaranya parau? kemudian, tes monitornya, apakah terdapat dead pixel? Gadget Value menyarankan perangkat lunak “Dead Pixel Buddy” buat menyelidiki dead pixel di monitor laptop itu.
Setelahnya, kamu cek tuts keyboard dan kinerja trackpad pada laptop bekas tersebut. Ini krusial, karena kedua fitur tersebut yang seringkali digunakan. Setelahnya, kamu cek fungsi webcam pada laptop bekas itu, apakah memancarkan wajahmu, atau malah blur? jangan lupa jajal port USB serta lihat apakah laptop bekas tadi cepat pada loading USB-nya?
Laptop masa kini telah jarang mengemas CD Drive dikarenakan kebanyakan gosip yg sudah berbentuk digital. namun, Bila laptop bekas yg kamu beli tetap mempunyai CD Drive, tetap periksa! Jaga-jaga Jika kamu butuh meng-install perangkat lunak baru, engkau mampu menggunakan CD Drive tadi.
Nah, Jika fisiknya telah tidak oke, maaf sekali, namun, lebih baik engkau cari yg lain. Percuma beli, Bila engkau wajib mengeluarkan dana ekstra buat menyervisnya.
7. Periksa jeroan laptop juga
Sehabis fisik, hal terakhir yg perlu engkau cek dari laptop bekas tadi merupakan “isi”nya. Apakah sesuai menggunakan spesifikasi? Buka kotak “Run Command”, kemudian ketik “dxdiag” buat membuka diagnostic tool laptop bekas tadi secara keseluruhan. Baca menggunakan teliti dan cocokkan menggunakan spesifikasi yang kamu bawa, berasal system hingga input.
Apakah RAM-nya sesuai menggunakan spesifikasi primer? Kecepatan laptop tergantung berasal RAM. Apalagi, karena ini laptop bekas, ingat buat cek RAM-nya. kemudian, apakah prosesornya sesuai? Bila tak sinkron, ngapain dibawa pulang?!
Kemudian, cobalah cek apakah sistem operasi (OS) (terutama Windows) dan berbagai piranti lunak yang digunakan resmi atau hasil crack.
Situs Xplorion mengingatkan bahwa kecuali OS, beberapa lisensi software tidak mungkin dijual atau dipindahkan bersama laptop bekas tadi, sebagai akibatnya engkau wajib mengeluarkan dana buat membeli lisensi lagi. Jadi, krusial buat menyelesaikan seluruh proses waktu itu jua kalau tidak ingin repot-repot akhirnya.
Kawasan COD-mu menyediakan WiFi? Tes konektivitas laptop bekasmu! Percuma saja kalau laptop bekasmu usang atau tidak mampu terkoneksi ke internet, produktivitas mandek.
Aspek terakhir yg tidak kalah penting untuk dicek artinya kinerja baterai. Memang, tidak mungkin berlama-lama mengecek baterainya karena baik engkau atau penjual memiliki kesibukan sendiri.
Make Tech Easier mengingatkan buat mengecek opsi “Battery Management” di OS laptop bekas tadi, kamu mendapatkan ilustrasi berapa usang baterai tersebut dapat bertahan dalam sehari. jikalau baterai tersebut bocor? Keluar duit lagi…
Menjadi epilog, selalu coba minta “buku-buku ” laptop bekas tadi, CD instalasi atau recovery yang berisi driver krusial, serta aneka macam kelengkapan laptop bekas lainnya. Garansi di laptop bekas tersebut juga wajib membalik namanya sebagai namamu, lho.
Sama mirip aspek fisik, Bila kebanyakan akibat cek jeroan laptop bekas ini negatif, lebih baik kamu batalkan transaksi daripada keluar dana banyak untuk memperbaikinya. jika cocok, syukurlah. bungkus, gan!
Itulah hal-hal yang wajib kamu pertimbangkan sebelum membeli laptop bekas. Bila danamu terbatas, laptop bekas memang menjadi cara lain primer. tapi, Bila engkau ingin menabung dulu buat membeli laptop baru, hal itu lebih baik karena engkau akan mendapatkan manfaat yang tidak kamu dapatkan dengan laptop bekas.
Jadi, telah tentukan mau beli laptop bekas yang mana? ingat saran berasal kami, ya!
