Fungsi Kurikulum Bagi Siswa
Setiap pendidikan formal di Indonesia dilaksanakan berdasarkan kurikulum sebagai pedomannya yang berlaku bagi siswa maupun guru pengajar. Fungsi kurikulum bagi siswa adalah diantaranya untuk membantu peserta didik mempersiapkan dirinya serta mengukur kemampuan yang dimiliki. Kurikulum juga membantu siswa untuk lebih mudah memetakan kegiatan belajar mereka.
Di Indonesia sendiri sudah beberapa kali mengalami pergantian kurikulum pendidikan dan yang digunakan saat ini adalah kurikulum 2013. Namun seperti yang dikatakan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, bahwa pemerintah juga telah mulai menerapkan uji coba kurikulum baru pada sekolah-sekolah penggerak yang dimulai Tahun Ajaran 2021/ 2022 lalu.
Fungsi Kurikulum Pendidikan Bagi Siswa
Pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Pengertiannya adalah seperangkat rencana ataupun pengaturan mengenai isi, tujuan dan bahan pelajaran serta cara-cara yang dipergunakan untuk pedoman penyelenggaran kegiatan belajar tersebut supaya tujuan pendidikan nasional tertentu bisa dicapai.
Sebenarnya kurikulum dibuat bukan hanya untuk memberikan pedoman kepada siswa saja melainkan juga guru pengajar, kepala sekolah bahkan orang tua. Inilah beberapa fungsi kurikulum bagi siswa:
1. Membantu Siswa Mempersiapkan Diri dan Mengukur Kemampuannya
Fungsi dari kurikulum bagi para siswa salah satunya adalah untuk membantu mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi kegiatan belajar akademik. Di dalam kurikulum terdapat target-target tertentu yang harus dicapai oleh setiap siswa sehingga diperlukan persiapan agar bisa mencapainya dengan baik.
Selain itu, dengan adanya kurikulum tersebut maka siswa bisa mengukur kemampuannya sendiri apakah sudah bisa memenuhi target yang ditentukan oleh kurikulum belajar tersebut. Target yang harus dicapai tersebut membantu siswa lebih memahami materi yang diberikan dan melaksanakan kegiatan belajar sebagaimana seharusnya.
2. Mempermudah Siswa Memetakan Jadwal
Kurikulum juga berfungsi untuk membantu siswa membuat pemetaan jadwal belajar sehingga bisa lebih efektif. Melalui jadwal tersebut siswa dapat membagi waktunya dengan sebaik mungkin untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru sesuai pedoman dalam kurikulum dengan arahan para pengajar.
3. Membantu Siswa Mendapatkan Pengalaman Baru
Adanya kurikulum bisa memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada para siswa yang sebelumnya mungkin belum mereka ketahui. Pengalaman baru tersebut bisa saja menjadi sumber pengembangan diri bagi siswa yang nantinya dapat menjadi bekal hidup masa depan. Pengalaman baru tersebut didapatkan oleh siswa melalui program-program tertentu yang dituangkan dalam kurikulum.
4. Sarana Mewariskan Nilai Budaya
Tidak kalah pentingnya yaitu fungsi kurikulum sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai budaya bangsa kita kepada siswa selaku calon penerus masa depan. Agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman dan budaya negara lain budaya dari negeri sendiri yang masih relevan harus selalu diwariskan supaya tetap hidup dan berkembang. Mulai Tahun Ajaran 2021/2022 pemerintah mulai menerapkan kurikulum baru kepada sekolah penggerak. Kurikulum tersebut dinamakan Kurikulum Merdeka. Salah satu sekolah penggerak yang ditunjuk oleh Kemendikbud untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka adalah SMA Dwiwarna (Boarding School).
Pada Tahun Ajaran 2013/2014 SMA Dwiwarna (Boarding School) ditunjuk menjadi Sekolah Pelopor pelaksanaan Kurikulum 2013. Bersamaan dengan itu Kemendikbud juga menunjuk sekolah ini sebagai Sekolah Rujukan. Karena telah melaksanakan fungsi kurikulum bagi siswa maupun pengajar dengan sebaik mungkin sebagai sekolah penggerak SMA Dwiwarna (Boarding School) juga ditunjuk sebagai sekolah pilot untuk menerapkan Kurikulum Merdeka oleh Kemendikbud Ristek. Ditunjuknya SMA Dwiwarna (Boarding School) tentu saja sudah melalui tahapan-tahapan seleksi oleh Kemendikbud Ristek.
Source : smadwiwarna.sch.id
