Apa itu Local Host
Apa Itu Local host adalah salah satu istilah pemrograman yang sangat penting dalam proses pembuatan website! Keberadaannya bermanfaat dalam mengecek dan menguji situs pada masa perkembangannya.
Oleh karena itu, mengetahui local host tentu akan sangat membantu kamu dalam membuat website.
Bagi kamu yang baru memulai membuat website, mungkin local host adalah istilah yang terdengar asing. Meskipun kebanyakan orang saat ini sudah memilih web hosting untuk membuat website mereka, ternyata menggunakan local host juga memiliki kelebihan tersendiri.
Jika layanan web hosting baru bisa kamu akses setelah membelinya, justru local host adalah server lokal yang sudah dapat diakses saat pembuatan berlangsung di perangkat komputer.
Akan tetapi tentu tidak bisa langsung digunakan, kamu memerlukan aplikasi pendukung untuk membuatnya bekerja. Oleh karena itu, kamu perlu memahami terlebih dahulu mengenai apa itu local host.
Local host adalah server lokal yang bertugas menampung segala kebutuhan data untuk program yang akan dijalankan. Dalam konteks pemrograman website, perangkat komputer akan disebut sebagai localhost.
Perlu diketahui sebelumnya, bahwa server web hosting adalah sebuah perangkat komputer. Nah, local host adalah sebuah server lokal dalam komputer yang dapat digunakan untuk menyimpan dan menjalankan sebuah website.
Akan tetapi, situs tersebut belum bisa diakses siapapun melalui jaringan internet. Setiap perangkat komputer pada dasarnya memiliki server lokal yang bisa dimanfaatkan untuk membangun website secara offline, sebelum akhirnya dapat diakses pengguna di internet.
Untuk mengaksesnya, ketiklah http://localhost pada web browser komputer kamu yang menyimpan data situs tersebut. Local host adalah sebuah nama domain dengan IP address yaitu 127.0.0.1 atau dikenal sebagai loopback address.
Fungsi
Setelah mengetahui apa itu local host, kamu harus mengetahui apa saja fungsi-fungsinya. Pada dasarnya, fungsi local host adalah untuk mengakses website secara offline. Adapun beberapa fungsi yaitu:
1. Memeriksa Koneksi Internet Kamu
Fungsi pertama adalah untuk memeriksa koneksi internet. Kamu hanya perlu membuka Command Prompt (Windows) atau Terminal (Mac OS) dan mengetikkan “ping localhost” atau “ping 127.0.0.1”.
Setelah hasilnya muncul, kamu bisa melihat detail performa jaringan, mulai dari jumlah paket data yang diterima, dikirim, atau hilang, hingga waktu yang diperlukan untuk transmisi data. Kemudian, jika ditemukan masalah, kamu dapat memperbaikinya saat itu juga.
2. Memblokir Akses ke Situs-Situs Internet Berbahaya
Fungsi lain dari local host adalah dapat memblokir akses ke situs yang berbahaya. Di mana fitur dari Loopback bisa mengamankan browser dari situs-situs berbahaya, misalnya yang memuat virus. Namun bagaimana itu bisa terjadi?
Akses ke sebuah website dapat terjadi karena Domain Name Server (DNS) memberikan IP address dari alamat situs yang dimasukkan ke address bar browser.
Di sini komputer akan menyimpan setiap alamat situs yang pernah diakses beserta IP address mereka dalam file pengaturan bernama “hosts file”.
Nah, jika tidak ingin komputermu digunakan untuk mengakses website tertentu, kamu dapat mengganti IP address mereka dengan 127.0.0.1 yang notabenenya adalah alamat localhost.
3. Sebagai Perangkat Percobaan Aplikasi dan Situs Web Secara Offline
Fungsi terakhir dari local host adalah memungkinkan kamu untuk mencoba mengakses situs yang dijalankan pada komputer secara offline. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi seorang developer website.
Dengan localhost, kamu dapat memastikan bahwa situs atau aplikasi web dapat bekerja dengan tepat sebelum mengunggahnya ke server online.
