Pakaian untuk Interview Seperti Apa? Ini Tips dan Triknya
Memilih pakaian untuk interview sering kali menjadi masalah para pelamar kerja. Sebab, HRD kerap menilai kesan pertama seseorang dari cara mereka berpakaian.
Pakaian untuk wawancara yang baik memang tidak bisa disamakan, karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan atau budaya yang berbeda. Sehingga, para pencari kerja dianjurkan untuk mencari tahu informasi terlebih dahulu tentang perusahaan yang akan dilamar.
Saat ini banyak perusahaan yang memiliki aturan untuk berpakaian secara formal. Namun ada juga yang semi formal atau bahkan ada yang bebas.
Meskipun perusahaan tujuan adalah perusahaan yang memiliki aturan berpakaian santai, pastikan kamu memberi kesan yang baik dalam memilih tipe pakaian untuk interview tersebut.
Jika membutuhkan beberapa tips dalam memilih pakaian interview, kamu dapat menyimak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Tips Memilih Pakaian untuk Interview
Tips memilih pakaian interview untuk perempuan dan laki-laki tentunya memiliki perbedaan. Berikut tips dan trik yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat memilih pakaian untuk wawancara bagi perempuan maupun laki-laki.
berikut tips yang bisa dilakukan oleh para wanita saat memilih pakaian untuk wawancara agar dapat memberikan kesan yang baik ke perekrut atau HRD.
Hal-hal yang perlu dilakukan:
-
Pastikan rambut kering. Rambut yang basah menunjukkan kamu adalah orang yang tidak pandai mengatur waktu.
-
Kenakan pakaian yang pas. Poin ini sangat sering dilanggar ketika berpakaian secara profesional.
-
Berhati-hatilah dengan belahan dada. Pakaian dengan belahan dada terlalu rendah tidak cocok untuk tampilan profesional.
-
Pahami jenis pakaian yang cocok dikenakan untuk perusahaan atau bidang industri yang dilamar. Meski perusahaan boleh berpakaian kasual atau business casual, ada beberapa hal yang cocok dan tidak cocok dikenakan.
-
Berpakaian sesuai posisi yang diinginkan.
-
Berpakaianlah yang pantas. Usahakan jangan datang ke kantor untuk wawancara dengan baju kusut apalagi bernoda.
-
Pilih pakaian dengan warna yang netral. Misalnya, putih, hitam, abu-abu, dan cokelat.
-
Pakailah alas kaki dan sepatu yang nyaman. Contohnya seperti highheels dan flatshoes. Disarankan pelamar untuk memilih sepatu dengan warna yang solid dan tidak terang
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan
Selain hal-hal yang perlu dilakukan, ada juga beberapa aspek yang tidak boleh dilakukan, di antaranya:
-
Jangan mengenakan aksesori yang berisik atau terlalu berlebihan, baik jumlah maupun ukurannya.
-
Jangan menggunakan pakaian yang sobek-sobek. Meski perusahaan yang dilamar memiliki aturan yang santai. Selain itu, usahakan jangan mengenakan pakaian dengan model sobek.
-
Jangan menggunakan legging atau celana yoga.
-
Jangan memakai riasan yang terlalu tebal. Kenakan riasan yang menunjukkan keanggunan.
Tips Pakaian Interview untuk Laki-laki
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat memilih pakaian wawancara untuk laki-laki, dikutip dari buku 77 Jurus Jitu Lolos Tes Wawancara Kerja tulisan Sylvina Savitri:
-
Pilihlah pakaian dengan model pakaian atau kemeja yang sederhana. Contohnya, kemeja dan celana panjang tepat semata kaki.
-
Jika perusahaan yang dilamar memiliki budaya busana formal, pilihlah sepatu model pantofel. Agar lebih lengkap gunakan dasi dengan model dan motif sederhana.
-
Rapikan model rambut dan rambut wajah seperti kumis, jambang, dan janggut.
-
Berpakaian dengan warna yang tidak menyolok. Gunakan warna-warna netral seperti hitam, biru, cokelat, abu-abu, dan putih.
Hal yang tidak boleh dilakukan
Adapun hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menyiapkan pakaian untuk interview bagi laki-laki adalah sebagai berikut:
-
Tidak merapikan rambut, kumis, atau janggut yang tidak rapi.
-
Jangan memakai aksesori yang berlebihan.
-
Jangan memakai kemeja yang terlalu trendi atau memakai kaus karakter dan sejenisnya.
-
Jangan menunjukkan tato.
-
Jangan memakai sepatu kotor dan tidak terawat.
