Mungkinkah Manusia Ciptakan Lightsaber Seperti di Film Star Wars?
Lightsaber, pedang bercahaya yg merupakan senjata para Jedi serta lawannya, kaum Sith, dalam semesta Star Wars, berpotensi dirancang dengan teknologi manusia. Bagaimana caranya?
Biasanya, lightsaber para Jedi berwarna biru atau hijau. sementara, lightsaber kepunyaan para Sith berwarna merah. Mengutip Science World, lightsaber berdasarkan cerita film ialah sebuah pedang yg menggunakan sumber tenaga diatum dan kristal yang memfokuskan energinya ke dalam sebuah sinar.
Dengan proses semacam ini, lightsaber mampu dengan simpel memotong versus, melubangi pintu baja tebal, sampai menangkis tembakan laser.
Di dunia konkret, belum terdapat senjata semacam ini. Fisikawan Michio Kaku menilai lightsaber mampu didesain menggunakan plasma. Plasma ialah gas energi yg terdiri asal partikel bermuatan, dan memang awam digunakan pada industri buat memotong bahan konduktif listrik.
Aliran gas terionisasi yg dihembuskan melalui udara terkompresi membuat sirkuit menggunakan material yang akan dipotong, pada mana arus dapat mengalir dan memanaskan material melewati titik lelehnya.
Panas itu pula mampu sangat ekstrem, melebihi 20 ribu derajat celcius pada beberapa kasus. namun Anda akan kesulitan Bila ingin menebang pohon atau memecahkan ventilasi memakai plasma.
Meskipun demikian, aliran plasma mempunyai manfaatnya di bidang non-industri. Pisau plasma suhu rendah dari partikel terionisasi dapat membarui limbah menjadi mikroba, serta secara teori dapat ditingkatkan energinya untuk membakar area kecil dari daging.
Dikutip dari Science Alert, Lightsaber sudah pernah coba dibuat di 2020 sang Hacksmith Industries, perusahaan penghasil perangkat yg terinspirasi dari film.
Baca juga : Belum Terdaftar PSE, Google Masih Bisa Diakses di Indonesia
CEO Hacksmith James Hobson mendemonstrasikan lightsaber buatannya. di video yg diunggahnya pada Youtube, lightsaber sintesis Hacksmith terlihat menyala mirip pada film Star Wars.
Sepintas, lightsaber versi Hacksmith telah mirip dengan yg terdapat pada film. tetapi ada duduk perkara dari lightsaber ini, yakni asal gasnya. buat memanaskan sebuah material, partikel bermuatan haruslah datang berasal suatu daerah.
Pada lightsaber buatan Hackmsith, pedangnya terpaut pada sebuah tangki gas yang digendong pada belakang penggunanya. akan tetapi, sirkulasi plasma panas yg mencapai 4.000 derajat celsius terlalu singkat menyala.
Lightsaber buatan Hacksmith pula disusun berasal kaca yg sangat panas serta tak dapat memotong pedang versus seperti yang terlihat di Star Wars.
Namun demikian, lightsaber versi Hacksmith dapat memiliki rona menggunakan asam: asam borat (hijau), kalsium klorida (oranye kekuningan), klorida strontium (merah), serta sodium klorida (kuning).
Michio Kaku pun mengungkapkan manusia mampu saja membentuk lightsaber menggunakan memanfaatkan plasma yg dipanaskan hingga 12 ribu Fahrenheit, lalu memasukannya pada batang keramik dengan kumparan elektromagnetik, dan mentenagainya memakai triliunan baterai nano.
Memang, teknologi yang diharapkan buat menghasilkan lightsaber yang ringkas bak pada pada film belum ada. berdasarkan Kaku, teknologi baterai nano baru akan hadir di Bumi 50 tahun lagi.
Jadi, harap bersabar ya para fan Star Wars yg ingin duel pedang ala Kylo Ren vs Rey Skywalker.
