Hujan Permata di Langit Planet Uranus dan Neptunus
Dua planet es raksasa di tata surya kita ternyata mengalami hujan intan, yaitu planet Neptunus serta Uranus. Uranus dan Neptunus merupakan planet es raksasa dan pula memberikan warna biru yang sama pada penampilannya. Sudah semenjak lama para ilmuwan telah mewaspadai bahwa terdapat hujan permata pada kedua planet tersebut.
Sementara kita menunggu hasil inovasi mengejutkan dari Teleskop Antariksa James Webb, kita cari tahu dulu mengapa ada hujan permata pada Uranus serta Neptunus? Kedua planet ini tampaknya berwarna biru, hal itu ditimbulkan oleh keberadaan gas metana pada atmosfernya.
Seperti yang kita ketahui metana tersusun dari atom-atom karbon. Mengapa ini penting? Ini sama dengan atom-atom karbon yang membentuk berlian pada atmosfer planet ini karena suhu tinggi dan kondisi tekanan yang besar.
Kenyataan ini diangkat pulang ke bagian atas sesudah pakar astrofisika Naomi Rowe-Gurney berbicara tentang hal ini pada sebuah podcast NASA.
“Metana memiliki karbon di dalamnya dan karbon ini bisa terjadi dengan sendirinya dan juga terbentuk sang tekanan tinggi, seperti, di kedalaman atmosfer,” kata Rowe-Gurney.
“Dan pada pada planet ini, saat sangat panas serta padat, akan terbentuk intan. serta ini berarti akan turun berupa hujan pada atmosfer,” tambanya.
Lalu, apakah Anda telah siap berburu permata berharga tersebut? Sayangnya pada ke 2 planet tersebut tak ada manusia yang dpaat bertahan pada kondisi ekstrem. Kedua planet ini tidak memiliki permukaan, Uranus sebenarnya sebuah planet yang terbuat dari cairan yang berputar, sementara atmosfer Neptunus sangat luas menggunakan kedalaman yang luar biasa, membuatnya manusia mustahul mampu bertahan.
Gagasan hujan berlian di Uranus serta Neptunus pertama kali dilontarkan sang Marvin Ross asal Laboratorium Nasional Lawrence Livermore di 1981 dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di Nature menggunakan judul “Lapisan Es Uranus serta Neptunus – Intan pada Langitnya?”
Ross menjelaskan, seperti ditulis American Scientist, bahwa tekanan dan suhu tinggi pada dalam raksasa es tadi memaksa atom karbon dan hidrogen pada gas metana terpisah, memerasnya menjadi sebuah struktur intan.
