Apa Itu R Programming Language?
Apa Itu R Programming Language?
R artinya bahasa pemrograman dan software bebas yang dikembangkan sang Ross Ihaka dan Robert Gentleman pada tahun 1993. R memiliki katalog ekstensif metode statistik serta grafis. Ini mencakup prosedur pemecahan machine learning, regresi linier, time series, inferensi statistik untuk beberapa hal. Sebagian besar isi berasal R libraries ditulis dalam bahasa R, namun buat tugas komputasi yang berat, poly orang lebih menentukan kode C, C++ serta Fortran.
R tidak hanya diandalkan oleh para akademisi, tetapi juga banyak perusahaan besar memakai bahasa pemrograman R, diantaranya Uber, Google, Airbnb, Facebook, dan masih banyak lagi.
Rangkaian Proses pada R Language
Analisis data memakai R language dilakukan pada serangkaian langkah, yakni memprogram (programming), membarui (transforming), menemukan (discovering), memodelkan (modeling), dan mengomunikasikan hasilnya (comunicate).
- Program: R merupakan alat pemrograman yg kentara dan dapat diakses oleh poly kalangan.
- Transform: R terdiri asal formasi pustaka yang dirancang khusus buat data science.
- Discover: R dapat membantu buat mengkaji dan menganalisis data, dan memperbaiki hipotesis.
- Model: R menyediakan beragam alat buat menangkap contoh yg tepat buat data Anda
- Communcate: Mengintegrasikan kode, grafik, serta hasil ke laporan dengan R Markdown atau untuk perangkat lunak Shiny buat dibagikan kepada publik.
Fitur-Fitur pada R Language
R language hadir menggunakan sejumlah fitur menarik yg akan membantu poly orang, tidak hanya profesional, tetapi juga jua orang awam sekalipun. ini dia adalah fitur-fitur yang dihadirkan R language:
1. Fitur Statistik R:
- Basic Statistic: istilah statistik dasar yang paling umum meliputi mean, modus, dan median. Ini seluruh dikenal menjadi “Measures of Central Tendency”. Jadi, menggunakan menggunakan bahasa R, kita dapat mengukur tendensi sentral menggunakan sangat praktis.
- Static Graphic: R language kaya menggunakan sejumlah fasilitas buat membuat serta menyebarkan grafik statis yang menarik. R berisi fungsionalitas buat banyak jenis plot termasuk peta grafis, plot mosaik, biplot, serta masih banyak lagi.
- Probability Distribusion: Distribusi probabilitas memainkan peran penting dalam statistik dan menggunakan menggunakan R kita bisa menggunakan mudah menangani aneka macam jenis distribusi probabilitas seperti Distribusi Binomial, Distribusi Normal, Distribusi Chi-kuadrat, serta lainnya.
- Data Analysis: Ini menyediakan kumpulan indera yang akbar, koheren, dan terintegrasi buat melakukan analisis data.
2. Fitur Pemrograman R:
- R Package: salah satu fitur primer R merupakan ketersediaan pustaka yg luas. R memiliki CRAN (Comprehensive R Archive Network), yaitu repositori yg bisa menampung lebih asal 10.000 paket.
- Distributed Computing: Komputasi terdistribusi ialah model pada mana komponen sistem software dibagi di antara poly komputer untuk menaikkan efisiensi dan kinerja. dua paket baru ddR serta multidplyr yg digunakan buat pemrograman terdistribusi sudah dirilis pada November 2015.
Kelebihan serta Kekurangan R Language
Poly pengguna yang menyukai bahasa pemrograman R sebab perangkat lunak ini gratis buat diunduh, serta memperlihatkan kemampuan analitik data yg canggih dan memiliki komunitas pengguna yg aktif secara online.
Karena sudah ada selama bertahun-tahun dan keberadaannya telah terkenal, R language menjadi perangkat lunak yang relatif matang. Pengguna dapat mengunduh paket tambahan yg bisa menaikkan fungsionalitas dasar bahasa ini. Paket-paket ini memungkinkan pengguna buat memvisualisasikan data, terhubung ke database eksternal, memetakan data secara geografis, serta melakukan fungsi statistik tingkat lanjut. terdapat juga user interface yg dianggap RStudio, yg menyederhanakan coding pada R language.
Meski begitu, R language telah dikritik karena menyampaikan analisis yang lambat waktu diterapkan di gugusan data yang besar . Ini sebab R language memakai pemrosesan single-threaded, yang berarti versi open source dasar hanya bisa menggunakan satu CPU pada satu saat. menjadi perbandingan, analitik data besar modern berkembang pesat di pemrosesan data paralel yang secara bersamaan memanfaatkan lusinan CPU di sekelompok server buat memproses volume data besar menggunakan cepat.
Selain keterbatasan pemrosesan single-threaded, lingkungan R language adalah in-memory application. semua objek data disimpan pada RAM mesin selama sesi eksklusif. Ini bisa membatasi jumlah data yang bisa dikerjakan R secara langsung.
Kaitan Antara R Language dan Big Data
Keterbatasan ini sudah mengurangi penerapan R language pada aplikasi big data. Alih-alih menempatkan R buat bekerja pada produksi, banyak perusahaan memanfaatkan R sebagai indera eksplorasi dan pemeriksaan. Data scientis akan memakai R buat menjalankan analisis rumit di data sampel. sesudah mengidentifikasi korelasi atau klaster yg bermakna pada data tersebut, mereka akan memasukkan temuan tadi ke dalam produk melalui alat skala perusahaan.
Beberapa vendor aplikasi telah menambahkan dukungan buat bahasa pemrograman R ke penawaran mereka sebagai akibatnya memungkinkan R language buat mendapatkan pijakan yg lebih kuat di ranah big data modern. Vendor mirip IBM, Microsoft, Oracle, SAS Institute, TIBCO, dan Tableau telah menyertakan beberapa tingkat integrasi antara aplikasi analitik mereka dan R language. terdapat juga paket R buat platform big data open source populer, seperti Hadoop dan Spark.
