Apa Itu Data Engineering? Pahami Melalui Konsep Lego
Apa Itu Data Engineering? Pahami Melalui Konsep Lego
Apa yg terlintas pada pikiran engkau waktu pertama kali mendengar kata data? Apakah kamu eksklusif terbayang profesi data engineer, data scientist atau profesi data lainnya? Atau, engkau bahkan belum terbayang sama sekali terkait profesi di bidang data? Apa itu data engineering dan bedanya menggunakan data scientist atau data analyst?
Diantara sekian poly profesi yg berkaitan menggunakan data, data engineer menjadi keliru satu profesi sedang naik daun yang memberikan peluang karier yg layak buat dipertimbangkan. Bukan misteri lagi, seseorang data engineer bisa meraup gaji yang sangat fantastis.
Apa itu Data Engineering?
Data engineering artinya salah satu subbidang dari perangkat lunak Engineering yg berfokus di praktik membentuk dan mendesain sistem guna mengumpulkan, menyimpan, serta menganalisis data dengan jumlah yang besar (sumber: quanthub). Tentunya, data engineering merupakan bidang yg sangat luas dan mampu diterapkan pada aneka macam jenis industri. menggunakan adanya data engineer perusahaan akan bisa mengumpulkan data dalam jumlah yang sangat besar serta memastikan data tadi siap dipergunakan sang data scientist dan data analyst.
Tidak selaras menggunakan data scientist serta data analyst yang pekerjaannya penekanan pada pemerolehan insight berasal suatu data, data engineering berfokus pada penyediaan infrastruktur agar data scientist mampu mengakses data yang diperlukan secara cepat serta seksama. kiprah seseorang data engineer di suatu tim data pada umumnya bisa dibagi menjadi 3 yaitu Data Pipelining, Data Warehousing, serta Machine Learning (asal: altexsoft) .
Tetapi, sebelum sebagai seorang data engineer, tentunya kamu wajib mengenal lebih dulu apa itu data engineering. buat mempermudah memahaminya kamu mampu menelaah apa itu data engineering melalui konsep Lego. Konsep ini bisa dipahami sang siapapun termasuk engkau yang tidak memiliki latar belakang IT sama sekali. Simak penerangan selengkapnya di bawah ini.
Tahapan Data Engineering seperti dengan Konsep Lego
Data Collection
Keliru satu tugas berasal seseorang data engineer ialah mengumpulkan poly data. Bahkan, di dalam big data terdapat berbagai jenis data mulai asal yang terstruktur hingga data tak terstruktur. pada proses inilah data engineer wajib mengumpulkan semua data, serta tentunya proses ini akan terus berlangsung karena dengan seiring ketika data jua akan terus bertambah.
Big data sama menggunakan Lego, engkau memiliki kotak mainan sangat akbar yg berisi aneka macam macam jenis Lego mulai berasal orang-orangan mungil, kotak rona-warni, dan jenis Lego lainnya. Tugas data engineer yaitu mengidentifikasi serta mengumpulkan data berasal “big data” atau “kotak mainan akbar” tersebut.
Data Preparation
Selesainya terkumpul, kamu wajib mengelompokkan Lego tersebut sesuai ukuran, bentuk, warna, fungsi, dan lain sebagainya, serta setelah Lego rapi tersusun kamu bisa mulai menentukan Lego mana yg kamu butuhkan. Selama proses ini berlangsung, kamu bisa menyingkirkan Lego yang telah rusak atau yang tidak engkau butuhkan.
Serupa dengan data engineering, data yang telah terkumpul kemudian harus melewati tahapan seleksi buat dipilih sesuai dengan kebutuhan. seorang data engineer akan memilih data sesuai menggunakan kebutuhan perusahaan.
Data Visualization
Lego yang sudah dipilih kemudian dirapikan menjadi suatu bentuk benda-benda yang dapat dicermati. Sama dengan data engineering, data yang telah dipilih tadi kemudian dibuat sebagai aneka macam format data yg simpel buat dianalisis mirip membentuk chart, dashboard, atau data visualisasi.
di tahapan ini, Lego yg sebelumnya berantakan serta tidak mempunyai bentuk diubah sebagai bentuk yang bisa ditinjau, misalnya menjadi sebuah tempat tinggal . Sama dengan data engineering, di tahapan ini juga data engineer mampu melihat data menggunakan kentara serta bisa menjelajahi info dengan lebih simpel.
Data Analysis
Di termin ini, kamu akan mulai menganalisis Lego yang telah engkau buat, saat menyusun Lego, biasanya kita akan mengikuti naluri atau instruksi yg tertera di kotak Lego, sang sebab itu kamu tidak memahami benar bagian-bagian Lego mana yg ternyata tak diharapkan atau mungkin ada kesalahan ketika menciptakan sehingga engkau harus membangunnya balik berasal awal dengan tahapan yg tidak selaras.
Serupa dengan data engineering, waktu seorang data engineer mulai melakukan analisis data, dia akan menemukan data-data yang ternyata tidak diperlukan, atau mungkin terdapat banyak kekurangan data yg wajib dibubuhi. Jadi, pada tahapan ini menjadi seseorang data engineer engkau wajib menganalisis kebutuhan data serta membandingkannya dengan data yg sudah engkau siapkan.
Data Storytelling
Rasanya tak lengkap Jika engkau membangun Lego tapi tidak dilengkapi dengan cerita menarik yg mampu engkau jelaskan kepada orang-orang. misalnya, kamu membentuk orang-orangan, kendaraan beroda empat, dan rumah asal Lego, tapi kamu tidak mempunyai kisah yang mampu kamu ceritakan kepada orang lain mengenai apa maksud berasal Lego yang kamu buat.
Kebalikannya, Jika engkau menyiapkan sebuah “cerita” tentang Lego yang engkau buat, orang-orang akan mengerti serta tertarik menggunakan akibat karya Lego tersebut. Serupa dengan data engineering, data yang sudah kamu siapkan tidak akan lengkap Bila tidak mempunyai narasi menyeluruh yang mampu menyatukannya.
Data storytelling adalah tahapan terakhir data engineering yg dilakukan menggunakan cara mengemas secara menarik narasi dari akibat kumpulan data serta data visualisasi yang bertujuan untuk menyampaikan isu yang bisa menarik perhatian audiens. Tentunya data storytelling yg baik bisa memberikan wangsit pada orang-orang.
