Pentingnya Ranking Webometrics
Pentingnya Ranking Webometrics – Terdapat banyak cara untuk menilai kualitas sebuah perguruan tinggi. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan melihat peringkat akreditasinya. Peringkat akreditasi ini dikeluarkan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), dengan status akreditasi A, B, C, atau terakreditasi unggul, baik sekali, baik, dan tidak terakreditasi.
Webometrics Ranking of World Universities
Selain status akreditasi BAN-PT, saat ini terdapat pemeringkatan lain yang juga populer, salah satunya adalah peringkat Webometrics. Berbeda dengan akreditasi BAN-PT yang menjadi standar nasional, Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap universitas di seluruh dunia pada tingkat global. Hingga awal tahun 2021 Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 31.000 universitas di 200 negara, termasuk 2.626 universitas di Indonesia yang memenuhi kriteria pemeringkatan.
Webometrics Ranking of World Universities pertama kali diterbitkan pada tahun 2004, diinisiasi oleh Cybermetrics Lab, sebuah institusi riset yang dimiliki oleh Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol. Dahulu, ranking Webometrics belum sepopuler saat ini dan bahkan sempat diragukan keabsahannya. Namun saat ini Webometrics telah memperoleh reputasi sebagai daftar peringkat yang terpercaya. Banyak universitas di Indonesia yang berlomba meningkatkan diri guna mendapatkan peringkat yang baik dalam daftar Webometrics.
Bukan Ranking Website Universitas
Tidak seperti akreditasi BAN-PT yang melakukan penilaian melibatkan peninjauan langsung dan pengecekan borang yang didaftarkan oleh universitas yang dinilai, Webometrics melakukan penilaian sepenuhnya secara online, menggunakan metodologi yang berbasis website. Mungkin karena itulah, banyak yang salah mengira dan menganggap bahwa Webometrics merupakan penilaian kinerja website universitas, dan tidak mencerminkan kualitas akademik sebuah universitas.
Webometrics dalam situs resminya menyatakan bahwa Webometrics Ranking of World Universities bukan merupakan pemeringkatan atas website universitas, tetapi merupakan pemeringkatan aktivitas penelitian dan akademik universitas yang direpresentasikan pada ranah online. Metodologi pengukurannya berlandaskan studi kuantitatif, riset scientometric dan bibliometric.
Apa Artinya Ranking Tinggi
Pada dasarnya, sebuah universitas dapat meningkatkan ranking Webometrics dengan memperbanyak publikasi ilmiah pada website-nya. Tidak hanya itu saja, publikasi tersebut juga harus berkualitas tinggi, yang ditunjukkan dengan banyaknya rujukan pada publikasi tersebut. Hal ini seiring dengan tujuan utama Webometrics, yaitu mempromosikan keterbukaan akses informasi akademik, dan meningkatkan transfer ilmu pengetahuan dari universitas kepada masyarakat luas.
Faktor website pun mempunyai peranan sangat penting, karena website yang sulit diakses dan tidak terkelola dengan baik, akan berakibat tidak efektifnya publikasi dan keberadaan universitas secara online. Jadi, dalam batas tertentu unsur website memegang peranan penting dalam metodologi penilaian Webometrics.
Semakin besar universitas, semakin banyak penelitian dan publikasi yang dilakukan dan dipublikasikan secara online, dan semakin banyak publikasi yang menjadi rujukan sitasi, maka akan mendapatkan ranking yang semakin tinggi. Sebuah universitas yang memiliki website sangat baik, belum tentu menduduki peringkat Webometrics tinggi bila tidak memiliki publikasi berkualitas dan berkuantitas tinggi.
Tiga Indikator Penilaian
Seluruh faktor online presence tersebut menjadi pertimbangan dalam penilaian Webometrics yang dilakukan menggunakan metodologi kuantitatif. Pengukuran dan penilaian dilakukan terjadwal dua kali dalam setahun, yaitu pada periode tanggal 1-20 setiap bulan Januari dan Juli. Pada tahun 2021 metodologi Webometrics menilai tiga indikator yaitu visibility, transparency atau openness, dan excellence atau scholar.
1. Indikator Visibility
Indikator ini menilai dampak dari informasi yang tersedia pada website (web content impact), menggunakan data yang bersumber dari Ahrefs dan Majestic. Indikator visibility berbobot 50%.
2. Indikator Transparency (Openness)
Indikator ini menilai jumlah sitasi, menggunakan data yang bersumber dari Google Scholar Profiles. Indikator transparency berbobot 10%.
3. Indikator Excellence (Scholar)
Indikator ini menilai banyaknya karya tulis yang disitasi, menggunakan data yang bersumber dari Scimago. Indikator excellence berbobot 40%.
