Ahli Temukan Bintang Tiru Obi-Wan Kenobi, Tetap Hidup usai Meledak
Fenomena ledakan supernova umumnya membunuh bintang yg melewati fase tadi. Namun baru-baru peneliti menemukan bintang yg tak mangkat karena ledakan ini serta malah jadi lebih kuat bak karakter Obi-Wan Kenobi, Jedi di semesta Star Wars.
“Bintang yg masih hidup ini sedikit seperti dengan Obi-Wan Kenobi yg pulang sebagai ‘kekuatan hantu’ pada Star Wars,” istilah rekan penulis studi Andy Howell yang jua asisten profesor fisika pada University of California, Santa Barbara (UCSB) mirip dikutip Live Science.
“Alam mencoba menjatuhkan bintang ini, tetapi dia balik lebih kuat dari yang kita bayangkan. Itu masih bintang yg sama, namun pulang pada bentuk yang berbeda. Bintang itu melampaui kematian,” pungkasnya menambahkan.
Obi-Wan Kenobi adalah keliru satu tokoh utama pada serial Star Wars. Mengutip situs Star Wars, ia adalah galat satu Jedi, ksatria dengan kekuatan magis bersenjata lightsaber, legendaris yg tewas saat berhadapan dengan sosok berlawanan Darth Vader.
Tetapi Obi-Wan Kenobi kemudian menyatu menggunakan ‘the Force’ sehingga ruhnya permanen mampu hadir pada dunia.
Para pakar awalnya menganggap bintang ini mengalami supernova (ledakan) tipe 1a, yang mampu benar-sahih menghancurkan sebuah bintang. menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, para ahli melihat suar cahaya yang terperinci pada sudut galaksi spiral kurang lebih 120 juta tahun cahaya dari Bumi, pada tengah rentetan bintang yg disebut konstelasi Eridanus.
Para ahli pun menyebut supernova ini menggunakan kode SN 2012Z. angka 2012 mengacu di tahun para pakar menemukan supernova tadi. tetapi pada 2014 lewat observasi lanjutnya, para ahli melihat keanehan di SN 2012Z.
Ledakan tadi lebih redup serta lemah daripada tipe 1a yg biasa. Mereka pun menggolongkannya ke pada tipe 1ax atau tipe 1a yang gagal.
Baca juga : Luncurkan Fitur Baru, Woilo Mudahkan Bikin NFT Kurang dari Semenit
Yang lebih mengejutkan, para pakar pula menemukan bintang katai persis di tengah ledakan tadi, yg bersinar lebih terang daripada bintang yang ada lebih dahulu ada di sana.
“Tidak ada yang menerka akan melihat bintang yang bertahan hayati dan bersinar lebih terperinci. Ini benar-sahih membingungkan,” istilah peneliti postdoktoral pada UCSBm Curtis McCully yg memimpin studi ini.
Para ahli menganggap, hal ini terjadi karena faktor alamiah berasal supernova tipe 1ax. ada kemungkinan saat muncul, ledakan itu terlalu lemah buat benar-benar meledakan gas yg menyusun bintang katai itu.
Mengikuti ledakan awal, beberapa berasal materialnya mungkin kembali ke bintang yg baru separuh meledak dan membentuk sebuah obyek sisa yg terikat.
Untuk beberapa dekade, para ahli berpikir supernova Tipe 1a meledak saat ukuran bintang katai mencapai titik batasnya (Chandrasekhar) yakni lebih kurang 1,4 kali massa mentari .
Dugaan tersebut patah dalam beberapa tahun terakhir sebab banyak supernova yang ditemukan bermassa lebih sedikit daripada itu. Teori baru pun menandakan bahwa ada karena lain yg menyebabkan bintang-bintang itu meledak.
Para astronom pun tidak yakin apakah bintang-bintang bisa mendekati batasan Chandrasekhar sebelum meledak. kini , para pakar yang terlibat studi ini berpikir, pertumbuhan bintang menuju batasannya adalah yang terjadi pada SN 2012Z.
“Implikasi berasal supernova Tipe 1a sangat kentara. Kami menemukan bahwa supernova paling tidak bisa tumbuh sampai batasannya dan meledak. namun ledakannya lemah di beberapa ketika. sekarang, kami harus mengerti apa yg membentuk supernova gagal serta sebagai tipe 1ax dan ledakan yg sukses serta menjadi tipe 1a,” kata McCully mirip dikutip asal Scitechdaily.
