Beberapa Langkah yang Bisa Dilakukan Agar Buah dan Sayur Dapat Bertahan Lama
Ahli Gizi berasal Universitas Gadjah Mada (UGM) Aviria Ermamilia memaparkan beberapa langkah yang bisa dilakukan agar buah dan sayur dapat bertahan lama dan kandungan gizinya tetap terjaga. dari dia, salah satunya dapat memulai dengan menentukan buah serta sayur menggunakan kualitas yang baik, yaitu harus utuh, minim ukiran, serta kematangan yang pas.
Sesudah itu, penyimpanan buah dan sayur secara umum wajib memperhatikan suhu, menjaga kelembapan serta sirkulasi udaranya. Buah dan sayur bisa disimpan pada kulkas menggunakan suhu rendah (kurang dari tiga derajat celcius).
“Hal ini memberikan aktivitas minimal buat enzim perusak atau yang membuat buah dan sayur membusuk lebih cepat. namun, terdapat beberapa butir mirip pisang yang jangan dimasukkan pada kulkas sebab justru akan meningkatkan kecepatan proses pencoklatan dan akan sebagai kurang baik,” ucapnya seperti dikutip di halaman resmi UGM pada minggu, tiga Juli 2022.
Selain itu, istilah dia, pisang jua mempercepat proses pembusukan bahan makanan lain. sehingga, Aviria berkata penyimpanannya sebaiknya dipisah menggunakan bahan masakan lain karena pisang memiliki gas etilen.
Aviria menyampaikan bahwa beberapa butir mengandung zat-zat penting dalam kulit buah, salah satunya zat antosianin buat antioksidan dan anti inflamasi. butir yang mengandung zat ini contohnya merupakan butir apel, anggur, stroberi, pir, dan sebagainya sehingga buat memperoleh kegunaannya, dapat mengonsumsinya dengan kulit butir sekaligus.
“Beberapa buah bisa dikonsumsi menggunakan kulitnya tetapi wajib memperhatikan syarat asal buah tersebut. bila terdapat bagian-bagian yang mungkin lebih kotor, bilas dengan air matang buat yang terakhir kali. selesainya dicuci dengan bersih, barulah kita konsumsi,” ujarnya.
Masyarakat Indonesia terkadang juga memanaskan kembali sayur yang sudah dimasak dan diolah. Menanggapi hal tadi, Aviria menuturkan bahwa secara umum jika memang diperlukan buat dipanaskan pulang, cukup satu kali saja karena ada vitamin larut pada air yang akan hilang dalam proses pemasan tadi.
“Selain turun nutrisnya, beberapa sayur jua dimasak dengan santan, nah ketika santan dipanaskan terus menerus, akan keluar minyak. Hal ini kurang lebih sehat dibandingkan santan yang lebih segar. Lebih baik mengonsumsi santan yg fresh,” ungkap Aviria.
Konsumsi buah serta sayur berdasarkan Aviria mengacu di panduan Gizi Seimbang. panduan Isi Piringku menujukkan bahwa 2/3 dari ½ isi piring merupakan sayuran, serta sepertiga asal ½ isi piring adalah buah-buahan setiap makan.
“Panduan tersebut menunjukkan wajib lebih banyak konsumsi sayuran, dan cukupi butir-buahan. Konsumsi ini tidak sama untuk jenis umur. Anak-anak lebih sedikit dari orang dewasa, aporisma 300g,” ujar Aviria.
Source: https://tekno.tempo.co/read/1608067/tips-menyimpan-pisang-agar-tak-cepat-busuk-dari-ahli-gizi-ugm
