Bahaya Menahan Amarah bagi Kesehatan
Bahaya Menahan Amarah bagi Kesehatan – Ada dua cara yang bisa dilakukan dengan kemarahan: explain atau express. Alih-alih mengekspresikan kemarahan, menjelaskan alasan Anda marah memang lebih baik. Namun, bagaimana jika dua hal tersebut tidak bisa dilakukan dan Anda hanya bisa menahan amarah serta menyimpannya dalam hati?
Ada kalanya, Anda ingin mengungkapkan kemarahan pada situasi atau seseorang. Di sisi lain, Anda belum bisa mengekspresikannya saat itu juga. Lalu, emosi tersebut jadi tidak tersampaikan dengan baik dan hanya menjadi sebuah cerita yang dipendam.
Apa yang terjadi jika kita menahan amarah? Amarah yang terus terpendam bisa membawa Anda pada sebuah kerugian dalam sisi kesehatan. Jika Anda tidak bisa mengatasi kemarahan yang terpendam itu, kesehatan fisik dan mental bisa terganggu dalam waktu dekat.
Bagaimana seseorang bisa memendam amarah?
Bagi sebagian orang, tidak menunjukkan emosi akan membuatnya terlihat kuat di mata orang lain. Sayangnya, tidak semua emosi harus disembunyikan di dalam jurang yang paling dalam hingga mereka sama sekali tidak bisa keluar.
Emosi yang dimaksud lebih kepada emosi negatif. Misalnya, marah, frustasi, sedih, takut, hingga kecewa. Mengungkapkan perasaan-perasaan tersebut mungkin bisa langsung mengubah pandangan orang lain terhadap Anda. Karena itu, banyak orang, mungkin termasuk Anda, menyembunyikan perasaan ini bahkan ke orang yang paling dekat sekalipun.
Malah, tidak jarang orang lain meminta Anda untuk tetap tenang saat Anda benar-benar merasa takut. Mungkin juga Anda pernah disuruh keluarga untuk berhenti menangis saat merasa kecewa atau sedih.
Banyak orang berpendapat bahwa amarah, seperti juga kesedihan dan kekecewaan, bukanlah emosi yang pantas dimiliki atau dirasakan. Kalau pun rasa marah tetap menguasai, Anda tidak boleh mengungkapkannya kepada siapa pun. Orang-orang hanya memandang emosi positiflah yang seharusnya diungkapkan.
Sayangnya, hal itu justru berdampak negatif bagi kesehatan. Semua orang bebas mengekspresikan perasaan yang dia rasakan.
Penyakit yang bisa muncul dari menahan amarah
Apakah menahan amarah itu baik? Faktanya, belum ada studi atau penelitian yang menyebutkan bahwa menahan emosi akan membuat Anda seketika mengidap penyakit berbahaya. Hanya saja, akan menurunkan sistem imun tubuh menurut sebuah studi. Akibatnya, ada penyakit-penyakit yang mungkin muncul, seperti:
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit kardiovaskular
- Masalah pada saluran pencernaan
- Perubahan nafsu makan
- Otot tegang
- Gangguan tidur hingga kelelahan
Jika semakin lama, bukan tidak mungkin penyakit kronis akan mengintai Anda.
Ciri-ciri orang memendam amarah
Mungkin Anda juga tidak sadar bahwa sedang memendam emosi berlebih sejak lama. Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang menahan emosi:
1. Sulit menceritakan perasaan
Orang yang memendam amarah cenderung tidak mengetahui apa yang dirasakan. Hal ini membuat mereka sulit menggambarkan perasaannya kepada orang lain.
2. Merasa hampa
Saat tidak bisa bisa atau ingin mengungkapkan emosi, saat itu juga orang yang menahan emosinya mungkin tidak bisa merasakan indahnya sebuah perasaan dasar manusia. Akibatnya, diri akan merasa hampa.
3. Merasa tertekan
Bahkan hal ini bisa terjadi tanpa sebab yang jelas. Mereka bisa saja merasa sangat gugup, sedih, hingga stres dalam waktu yang panjang.
4. Lari dari masalah
Orang yang menahan emosi berkepanjangan cenderung tidak ingin menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Mereka cenderung melupakan sesuatu atau malah menganggap hal tersebut tidak pernah terjadi.
5. Merasa tidak nyaman
Melihat atau mendengar orang lain menyampaikan perasaan mereka akan memberikan perasaan tidak nyaman kepada mereka yang sering menahan amarah. Hal ini disebabkan sulitnya mereka melakukan hal yang serupa.
6. Menyembunyikan perasaan sebenarnya
Orang yang punya kebiasaan menahan emosi akan terlihat lebih ceria dan tenang. Alasan ini didasari karena mereka tidak ingin terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya sangat dibenci.
7. Merasa kesal sendiri
Kekesalan yang muncul bisa terjadi jika ada orang lain yang bertanya tentang perasaan yang sedang dirasakan. Orang yang memendam emosi biasanya tidak ingin diketahui perasaannya oleh orang lain.
