Apa itu Computer Forensic
Apa itu Computer Forensic
Artikel kali ini akan bercerita tentang apa sih computer forensic itu. Mungkin yang paling banyak kita dengar adalah forensic investigator pada serial serial detektif berasal luar semacam CSI ( Crime Scene Investigation).
Computer forensic ialah teknik untuk melakukan investigasi dan analisa untuk mengumpulkan serta menyajikan bukti bukti data yang ada di dalam suatu computer pada kaitannya dengan perseteruan hukum. Tujuan utama asal computer forensic merupakan menampilkan suatu investigasi terstuktur didalam ekskavasi bukti bukti data yang terdapat buat menemukan apa yg sebenarnya terjadi di computer tersebut dan siapa yang bertanggung jawab ( yg melakukan ) itu.
Kegunaan Computer Forensic
Dalam banyak hal kini computer banyak digunakan buat membantu para pelaku kejahatan, misalmya menyimpan dokumen Transaksi kejahatan, klien atau target kejahatan mereka, membantuk untuk melakukan tindakan hacking, serta banyak lagi. oleh karena itu didalam computer itu sering menyimpan bukti kejahatan mereka, contohnya dari form form yang mereka, email korespodensi mereka, internet history, document kejahatan lainnya ( penghilangan nyawa, penculikan, penjualan obat terlarang). banyak asal organisasi komersial memakai computer forensic buat kebutuhan :
- Pencurian Property Intellectual
- Industri Mata Mata
- Penyalahgunaan wewenang
- Penyelidikan penipuan
- Penyelidikan yang berkaitan dengan bangkrutnya suatu organisasi
- Penyalahgunaan email dan email di lingkungan kerja
- Dll
Nah didalam proses penelitian itu sendiri, computer forensic dibagi sebagai 6( enam) stage , dibawh ini merupakan kronologis urut urutannya.
Readiness
Kesiapan melakukan suatu proses forensic merupakan krusial, kadang kadang ini pada abaikan pada proses pemeriksaan awal. pemeriksaan kesiapan system akan memberikan bukti bukti yg bertenaga Bila perangkat perangkat yang akan dipergunakan telah menjalani audit sebelumnya. Disamping itu perlu juga kesiapan asal daya insan menggunakan diberikan training yang sempurna, pengujian rutin ,verifikasi perangkat lunak dan perangkat keras mereka, pemahaman terhadap undang undang, dan hal ha yg tidak terduga lainnya.
Evaluation
Termin ini adalah evalusi terhadap instruksi, apakah perintahnya kentara atau tidak. Bila memang belum kentara ya harus pada penjelasan sebagai akibatnya mampu mempersiapkan diri sebelumnya. serta jua perlu pada evaluasi pula adanya potensi perseteruan kepentingan antara para investigator menggunakan para tersangka.
Collection
Termin ketiga ini artinya tahap utama sebab disini adalah termin implementasi. Disini para Forensic Investigator di umumnya mengikuti standar Operating Procedur (SOP) yaitu diantaranya :
Secara fisik mengisolasi perangkat yang ada baik computer, PDA, tablet, smartphone
Memastikan bahwa bukti bukti ( perangkat) yg sudah pada isolasi tak dapat baik sengaja atau tidak sengaja terkontaminasi.
menghasilkan copy asal device storage, sesudah dicopy barang aslinya akan dikembalikan lagi ke ruang isolasi buat memastikan dalam syarat murni.
seluruh proses investigasi dilakukan pada hasil copian berasal bukti tersebut.
Analysis
Proses yang kemudian dilakukan oleh investigator ialah memakai beberpa teknik dan perangkat lunak khusus forensic yang berguna buat meneliti data yg terdapat didalamnya, mencari file file yang disembunyikan, mencari partisi yang tersembunyi, arsip yang ter enkripsi, yang telah terhapus atau bahkan yang telah rusak ( corrupt).
Presentation
Seluruh temuan yang ditemukan pada digital copy tersebut lalu di dokumentasinya kedalam “Laporan Temuan” yang akan di pembuktian menggunakan aslinya buat persiapan pada proses hukum. lalu sesudah di dokumentasikan , maka semua hasil masuk ke tahap presentasi dimana semua laporan telah lengkap dan fina.
Review.
Tahap terakhir ini jua acapkali dilewatkan dengan alasan poly kerjaan menunggu, akan tetapi dengan dilakukannya tahap ini pada setiap pemeriksaan akan membantuk menaikkan kualitas secara efekti serta efisien serta dapat menghemat biaya . bisa jadi kan terjadi kesalahan analisa atau buktinya terkotori sebagai akibatnya harus mengulang proses asal awal, kan bila telah begini malah porto baik fisik serta tenaga lebih poly dimuntahkan.
Pengen Belajar dimana ya ?
Untuk mempelajari dan menjadi seorang Forensic Investigator tidak lah mudah, dan ada sertifikasi tersendiri, keliru satunya artinya yang dikeluarkan sang EC Council dengan CHFI ( Computer Hacking Forensic Investigator).
Trainingnya sendiri terdiri pada banyak materi menarik contohnya me recover file, access data FTK, steganography, steganalysis, Image arsip Forensic, password cracking, password attack, capture log time synchronization, log capturing tools, investigasi logs, network traffic, wireless attacks,serta web attacks, track e-mails and investigasi kejahatan email. Tipe digital evidence, rules of evidence, digital evidence examination process, and electronic crime and digital evidence consideration by crime category. Roles of first responder, first responder toolkit, securing and evaluating electronic crime scene, conducting preliminary interviews, documenting electronic crime scene, collecting and preserving electronic evidence, packaging and transporting electronic evidence, reporting the crime scene
