Emisi Karbon Dioksida Global Tembus Level Tertinggi
Ilmuwan federal mengumumkan jumlah emisi karbon dioksida sudah melesat di level tertinggi melewati rekor sejarah.
Catatan itu bahkan lebih tinggi 50 persen lebih tinggi daripada masa pra-industri.
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) mengatakan stasiun pemantauan di Mauna Loa, Hawaii, mencatatkan rata-rata 421 bagian per juta karbon dioksida di Mei 2022.
Tingkat karbon dioksida pada 2022 ini hampir 1,9 ppm lebih dari setahun yg lalu, sebuah lonjakan yang sedikit lebih akbar dibandingkan kenaikan di periode Mei 2020 menuju Mei 2021 lalu.
“Dunia sedang mencoba mengurangi emisi, serta Anda tidak melihatnya. dengan kata lain, Bila Anda mengukur atmosfer, Anda tidak melihat apa pun yang terjadi ketika ini dalam hal perubahan,” kata ilmuwan iklim NOAA Pieter Tans dilansir asal AP News, Sabtu (4/6).
Tans berkata, bumi telah menempatkan lebih kurang 10 miliar metrik ton karbon pada udara setiap tahun, sebagian besar diserap oleh lautan dan tumbuhan. Hal itu lalu menjadi alasan mengapa Mei merupakan puncak emisi karbon dioksida global. tanaman di belahan bumi utara mulai menyedot lebih poly karbon dioksida pada trend panas ketika mereka tumbuh.
NOAA sebelumnya juga berkata taraf karbon dioksida kini hampir sama menggunakan 4,1 hingga 4,5 juta tahun yang lalu pada era Pliosen, waktu suhu 7 derajat (tiga,9 derajat Celcius) lebih panas dan bagian atas bahari 5-25 meter lebih tinggi dari kini .
Baca juga : Amber Alerts, Fitur Instagram untuk Membantu Mencari Anak Hilang
Namun demikian, alasan mengapa syarat lampuh jauh lebih hangat pada taraf karbon dioksida yg sama seperti kini artinya karena di masa lalu peningkatan alami taraf karbon dioksida jauh lebih sedikit demi sedikit.
Dengan karbon yang menempel di udara selama ratusan tahun, suhu memanas dalam jangka ketika yg lebih usang dan permanen di sana. Lapisan es asal Antartika serta Greenland mencair berasal ketika ke ketika sebagai akibatnya meningkatkan permukaan bahari secara luar biasa dan membuat Bumi memantulkan lebih sedikit panas dari planet ini.
Ilmuwan Iklim Universitas Wisconsin-Madison Andrea Dutton beropini emisi karbon dioksida yang terus melesat dari tahun ke tahun sama seperti mengamati kereta ke arah diri sendiri menggunakan gerakan lambat.
“Bila kita tetap di trek menggunakan planning buat melompat keluar di mnt terakhir, kita mungkin tewas karena sengatan panas di trek bahkan sebelum itu menimpa kita,” istilah Dutton.
Terpisah, Ilmuwan iklim Universitas Illinois Donald Wuebbles berkata tanpa pengurangan polusi karbon maka manusia akan melihat tingkat perubahan iklim yg lebih merusak.
Kerusakan itu akan menyebabkan lebih banyak gelombang panas, badai akbar, banjir, kekeringan dan menyebabkan bagian atas laut lebih tinggi.
