Tips dan Trik Menembus Djarum Beasiswa Plus
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang sedang menempuh kuliah semester empat jenjang sarjana dan diploma 4. Dian menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus merupakan salah satu beasiswa yang memiliki fokus pada pengembangan skill mahasiswa.
Melalui program Community Empowerment, Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai keterampilan lunak yang telah diperoleh dengan melibatkan diri secara langsung dalam memberikan jalan keluar pada suatu permasalahan sosial di lingkungan tempat mereka berada. Setiap mahasiswa hanya memiliki satu kali kesempatan mendaftar beasiswa ini karena hanya diperuntukan bagi mahasiswa yang duduk di semester empat.
Ia menyatakan, tahapan seleksi yang dilakukan oleh Djarum Foundation yaitu berkas atau administrasi, tes tulis, dan wawancara. Selama pandemi, seluruh rangkaian seleksi dilakukan secara daring dari rumah masing-masing pendaftar beasiswa.
Pada tahapan berkas seleksi administrasi, mahasiswa harus mengunjungi website dari Djarum lalu mengisi beberapa pertanyaan. Setelah itu, dicetak dan nantinya dilengkapi dengan beberapa berkas lain seperti bebas beasiswa, kartu mahasiswa, transkrip nilai, dan bukti keaktifan organisasi.
“Setelah lengkap, berkasnya dikirim ke panitia pendaftaran,” ungkapnya.
Tips dan Trik
Dian dan Dewa memberikan tips dan trik berdasarkan pengalaman mereka mengikuti seleksi batch 36. Dewa menjelaskan bahwa dalam beasiswa ini, prestasi bukan menjadi poin utama karena cakupan beasiswa ini memang ada pada character building dan pengembangan soft skill. Ia berpesan agar teman-teman yang tidak memiliki prestasi tidak minder, karena syarat utama adalah aktif berorganisasi. Berikut tips dan trik menembus Djarum Beasiswa Plus:
1. Cermati Persyaratan
Pada tahap awal, seluruh peserta harus benar-benar menyiapkan berkas persyaratan sesuai ketentuan dari panitia. Selain itu, tanggal pengiriman aplikasi secara daring maupun luring juga harus diperhatikan agar tidak telat saat mendaftar. Tahap ini merupakan salah satu vital yang menentukan lolos atau tidaknya pada seleksi awal.
2. Latihan Soal
Dalam tahap ini, salah satunya berlatih mengerjakan soal-soal TPA. Semakin sering latihan, maka semakin siap ketika mengerjakan soal. Terlebih, terdapat batasan waktu dalam proses pengerjaan. Soal-soal tersebut dapat diunduh atau dicari melalui mesin pencari seperti google karena mayoritas model soal TPA selalu sama setiap tahunnya. Selain sumber internet, juga bisa belajar melalui buku.
3. Jujur
Dalam rangkaian proses seleksi, seluruh peserta dituntut untuk bersikap jujur. Terlebih, pada tahap wawancara, para pewawancara merupakan ahli yang sudah berkecimpung dalam Beasiswa Djarum. Tentu, pewawancara sudah hafal mengenai kandidat yang menjawab pertanyaan saat wawancara dengan jujur dan yang tidak.
4. Siapkan Perangkat dan Koneksi Internet
Pandemi covid-19 membuat rangkaian seleksi dilakukan secara daring. Oleh karena itu diperlukan perangkat yang memadai dan koneksi internet yang bagus.
Belajar dari pengalaman saat seleksi, disarankan untuk menyediakan koneksi internet cadangan jika sewaktu-waktu terdapat kendala jaringan. Pada tahun lalu, Dian sempat kehilangan koneksi internet yang terhubung dengan wifi di rumahnya. Namun, Ia langsung sigap dengan menyiapkan koneksi internet lain melalui thetering pada perangkat selulernya.
5. Manfaatkan Waktu saat Wawancara
Mengoptimalkan waktu saat tahap wawancara menjadi penting. Salah satunya, dengan membuat pewawancara tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai jawaban-jawaban yang diberikan. Tidak lupa, sebelum wawancara dilakukan, cari tahu terlebih dahulu mengenai latar belakang pewancara agar tahu seperti apa pembawaan saat wawancara.
