Cara Menanam Tomat di Rumah dan Tips Merawatnya Agar Banyak Berbuah
Kalau punya lahan yang cukup luas di rumah, kamu bisa menanam tomat di langsung di tanah, tanpa menggunakan polybag atau pot.
Ini cara budidaya tomat di halaman rumah tanpa polybag:
1. Pilih benih tomat yang sehat
Agar budidaya tomat di rumah bisa lancar, pastikan kamu memilih benih tanaman tomat yang bagus. Kamu bisa beli benih di toko atau membuat benih sendiri.
Kalau kamu memilih untuk membuat benih sendiri, berikut cara yang bisa dilakukan:
- Pilih tomat yang bagus dan matang pohon
- Potong tomat dan ambil bijinya lalu bersihkan dengan air hingga lendirnya hilang
- Rendam biji-biji tersebut dalam air, lalu pilih biji yang tenggelam untuk dipakai sebagai bibit. Pastikan juga bentuk bijinya bagus dan sempurna (tidak keriput).
- Keringkan biji dan simpan dalam wadah yang kering dan steril hingga waktunya menanam.
2. Pilih lokasi yang tepat
Lokasi terbaik untuk menanam tomat adalah yang paling banyak mendapatkan sinar matahari alias yang paling panas. Jadi, pastikan kamu memilih lokasi yang tepat sebelum mulai membudidayakan tomat di rumah.
Kalau sampai salah lokasi, tomat bisa saja tidak tumbuh dengan maksimal. Pasalnya, tanaman ini tidak terlalu suka dengan kondisi tanah dan lingkungan yang lembap.
3. Perhatikan kedalaman penanaman benih
Cara menanam tomat yang baik adalah dengan memperhatikan kedalaman tanah. Untuk menanam benih tomat, buatlah lubang dengan diameter kurang lebih 45 cm dengan kedalaman kurang lebih 30 cm.
4. Jangan tanam tomat terlalu dekat
Kalau kamu menanam lebih dari satu benih, beri jarak antarbenih kurang lebih 60 cm. Jika terlalu dekat, pertumbuhan akarnya jadi tidak maksimal.
5. Berikan penyubur tanaman
Agar tomat bisa tumbuh dengan baik, kamu juga perlu menambahkan penyubur ke tanah. Kamu bisa pakai penyubur sintetik yang banyak dijual.
Sedangkan secara organik, kamu dapat memanfaatkan kulit telur yang sudah dihancurkan sebagai penyubur alami. Selain bisa memberikan nutrisi untuk tanah, kulit telur yang dihancurkan juga bisa mengusir hama.
6. Waktu terbaik untuk menyiram tomat
Tomat sebaiknya tidak terlalu sering disiram. Akarnya yang terlalu lembap atau basah membuat tanaman ini cepat rusak.
Idealnya, tomat yang belum berbuah bisa disiram tiga hari sekali. Setelah berbuah, frekuensi penyiraman bisa dikurangi.
Untuk memastikan tanah sudah perlu disiram atau belum, kamu bisa cek dengan memasukkan jari ke tanah. Kalau kering, sudah waktunya disiram.
7. Gunakan penyangga saat tomat mulai tumbuh
Batang tanaman tomat bukanlah tipe batang yang kuat. Itu sebabnya, kamu perlu menyangganya dengan kayu atau pipa.
Tujuannya, agar buah tidak menyentuh tanah dan cepat busuk ketika berbuah nanti.
8. Sebarkan mulsa di atas tanah
Mulsa atau mulch adalah material penutup permukaan tanah yang berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah. Material ini juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan rumput liar yang bisa merusak tanaman.
Kamu bisa sebarkan mulsa lima minggu setelah tomat pertama kali ditanam.
9. Waktu panen tomat
Tomat biasanya bisa dipanen 60-100 hari setelah ditanam, tergantung jenisnya. Pohon tomat dikatakan siap panen jika buahnya sudah berwarna setidaknya hijau kekuningan. Tepi daun yang menguning dan batang yang mulai kering juga tanda tomat siap panen.
Waktu terbaik untuk memetik tomat adalah saat pagi atau sore hari. Sebab, siang hari dipakai tanaman untuk melakukan fotosintesis.
Kalau dipetik saat melakukan fotosintesis, tomat yang dipetik akan cepat layu.
