Semantik Ialah – Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur, Manfaat, Analisis, Para Ahli
Semantik Ialah – Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur, Manfaat, Analisis, Para Ahli
Semantik merupakan – Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur, Manfaat, Analisis, Para ahli : Semantik pada bahasa Indonesia berasal asal bahasa Yunani ‘sema’ (istilah benda) yg berarti ‘tanda’ atau ‘lambang’. istilah kerjanya ialah ‘semaino’ yg berarti ‘menandai’atau ‘melambangkan’. yg dimaksud pertanda atau lambang disini artinya linguistik (Perancis : signé linguistique).
Pengertian Semantik
Semantik adalah cabang linguistik yang menyelidiki makna / arti yang terkandung dalam bahasa, kode, atau jenis lain asal representasi. menggunakan istilah lain, semantik artinya studi ihwal makna. Semantik biasanya berafiliasi menggunakan 2 aspek lain: sintaks, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana, dan pragmatis, penggunaan simpel simbol oleh masyarakat pada konteks eksklusif.
Pengertian Semantik berdasarkan Para pakar
Dibawah ini ada beberapa macam pendapat berasal aneka macam para pakar global tentang pengertian semantik, diantaranya adalah:
Charles Morrist
Mengemukakan bahwa semantik menyelidiki “korelasi–korelasi 9a4fa7284df01cdbf44ebce113378856 dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan 9a4fa7284df01cdbf44ebce113378856 tersebut”.
J.W.M Verhaar; 1981:9
Mengemukakan bahwa semantik (inggris: semantics) berarti teori makna atau teori arti, yakni cabang sistematik bahasa yang mempelajari makna atau arti.
Lehrer; 1974: 1
Semantik artinya studi ihwal makna. Bagi Lehrer, semantik adalah bidang kajian yang sangat luas, karena turut menyinggung aspek-aspek struktur serta fungsi bahasa sebagai akibatnya bisa dihubungkan menggunakan psikologi, filsafat dan antropologi.
Kambartel (dalam Bauerk, 1979: 195)
Semantik mengasumsikan bahwa bahasa terdiri asal struktur yg menampakan makna bila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia manusia.
Ensiklopedia britanika (Encyclopedia Britanica, vol.20, 1996: 313)
Semantik merupakan studi perihal hubungan antara suatu pembeda linguistik dengan korelasi proses mental atau simbol dalam aktifitas bicara.
Dr. Mansoer pateda
Semantik adalah subdisiplin linguistik yang mengungkapkan makna.
Abdul Chaer
Semantik ialah ilmu wacana makna atau tentang arti. Yaitu galat satu dari 3 (tiga) tataran analisis bahasa (fonologi, gramatikal serta semantik).
KBBI (Kamus besar Bahasa Indonesia)
Semantik ialah arti, maksud pembicara serta penulis, atau pengertian yg diberikan pada suatu bentuk pembahasan.
Sejarah Perkembangan Semantik
Semantik pada pada bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris semantics, berasal bahasa Yunani Sema (Nomina) ‘tanda’: atau dari verba samaino ‘menandai’, ‘berarti’. istilah tadi dipergunakan oleh para ahli bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa yg menyelidiki makna. Semantik artinya bagian berasal 3 tataran bahasa yang mencakup fonologi, rapikan bahasa (morfologi-sintaksis) dan semantik.
kata semantik baru timbul pada tahun 1984 yang dikenal melalui American Philological Association ‘organisasi filologi amerika’ pada sebuah artikel yg berjudul Reflected Meanings: A point in Semantics. kata semantik sendiri sudah terdapat sejak abad ke-17 Jika dipertimbangkan melalui frase semantics philosophy.
Sejarah semantik dapat dibaca di pada artikel “An Account of the Word Semantics (Word, No.4 th 1948: 78-9). Breal melalui artikelnya yg berjudul “Le Lois Intellectuelles du Language” mengungkapkan kata semantik sebagai bidang baru dalm keilmuan, di pada bahasa Prancis kata menjadi ilmu murni historis (historical semantics).
Historical semantics ini cenderung mempelajari semantik yang berafiliasi dengan unsur-unsur luar bahasa, misalnya perubahan makna menggunakan nalar, psikologi, dst. Karya Breal ini berjudul Essai de Semanticskue. (akhir abad ke-19).
Reisig (1825) sebagai galat seseorang ahli klasik mengatakan konsep baru ihwal grammar (rapikan bahasa) yg meliputi 3 unsur primer, yakni etimologi, studi asal-usul istilah sehubungan dengan perubahan bentuk maupun makna; sintaksis, rapikan kalimat pada semasiologi, ilmu indikasi (makna).
Semasiologi menjadi ilmu baru di 1820-1925 itu belum disadari menjadi semantik. kata Semasiologi sendiri ialah istilah yg dikemukakan Reisig. sesuai pemikiran Resigh tersebut maka perkembangan semantik dapat dibagi dalam tiga masa pertumbuhan, yakni:
- Masa pertama, meliputi 1/2 abad termasuk di dalamnya kegiatan reisig; maka ini dianggap Ullman sebagai ‘Undergound’ period.
- Masa kedua, yakni semantik menjadi ilmu murni historis, adanya pandangan historical semantics, menggunakan munculnya karya klasik Breal(1883)
- Masa perkembangan ketiga, studi makna digejalai menggunakan keluarnya karya filolog Swedia Gustaf Stern (1931) yg berjudul “Meaning and Change of Meaning With Special Reference to the English Language Stern melakukan kajian makna secara realitas.
- Semantik dinyatakan menggunakan tegas menjadi ilmu makna, baru pada tahun 1990-an dengan munculnya Essai de semantikue asal Breal, yang lalu di periode berikutnya disusul oleh karya Stern. tetapi, sebelum kelahiran karya stern, pada Jenewa telah diterbitkan bahan, deretan kuliah berasal seseorang guru bahasa yang sangat memilih perkembangan linguistik berikutnya, yakni Ferdinand de Saussure, yg berjudul Cours de Linguistikue General. Pandangan Saussure itu menjadi pandangan aliran strukturalisme.
Dari pandangan strukturalisme de Saussure, bahasa adalah satu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang saling bekerjasama dan artinya satu kesatuan (the whole unified). Pandangan ini lalu dijadikan titik tolak penelitian, yang sangat kuat mensugesti aneka macam bidang penelitian, terutama di Eropa.
Pandangan semantik lalu tidak selaras dengan pandangan sebelumnya, sesudah karya de Saussure ini muncul. disparitas pandangan tersebut antara lain:
- Pandangan historis mulai ditinggalkan
- Perhatian mulai ditinggalkan pada struktur di pada kosa istilah,
- Semantik mulai ditentukan stilistika
- Studi semantik terarah pada bahasa eksklusif (tidak bersifat umum lagi)
korelasi antara bahasa dan pikira mulai dipelajari, karena bahasa artinya kekuatan yg menetukan serta mengarahkan pikiran (perhatian perkembangan asal pandangan baru ini terhadap SapirWhorf, 1956-Bahasa cermin bangsa).
Semantik sudah melepaskan diri dari filsafat, tetapi tak berarti filsafat tidak membantu perkembangan semantik (perhatikan juga akan adanya semantik filosofis yg adalah cabang nalar simbolis.
pada tahun 1923 muncul buku The Meaning of Meaning karya Ogden & Richards yang menekankan korelasi 3 unsur dasar, yakni ‘thought of reference’ (pikiran) menjadi unsur yang menghadirkan makna eksklusif yg mempunyai korelasi signifikan dengan referent(acuan). Pikiran memiliki korelasi pribadi dengan symbol (lambang). Lambang tidak mempunyai hubungan eksklusif dengan symbol (lambang).
