1. Hindari Lokasi ATM yang Sepi

Jika kamu ingin melakukan transaksi via ATM akan lebih baik jika dilakukan di lokasi yang lebih ramai. Karena lokasi yang sepi berpotensi mempermudah aksi orang-orang yang ingin melakukan tindakan kejahatan.

Hindari mendatangi ATM yang dilokasi tidak terawat sebab rawan dengan penipuan. Pilih ATM yang berlokasi aman seperti di bank cabang, bank pusat atau mall, supermarket atau hipermarket, maupun SPBU.

2. Pastikan Tempat ATM Memiliki CCTV

Keamanan pada ruang ATM, salah satunya terdapat CCTV di dalamnya. Dengan adanya CCTV tentunya semua keadaan akan terekam dan dipantau secara langsung di kantor bank. Sehingga kamu tidak perlu khawatir saat menggunakan ATM.

3. Mengecek Mesin ATM

Perhatikan kondisi fisik mesin ATM dan sekelilingnya dengan jeli, jika adanya kejanggalan seperti goresan, selotip, bekas lem pada mesin ATM, jangan lakukan transaksi. Selain itu, perhatikan dengan saksama juga bagian memasukkan kartu dan keypad (tombol angka). Apabila ada hal yang mencurigakan, sebaiknya langsung laporkan kepada petugas / pihak berwajib dan langsung batalkan transaksi.

4. Mengubah PIN secara Berkala

Mengganti PIN ATM secara berkala justru sangat penting dilakukan. Tujuannya demi keamanan dan terhindar dari berbagai macam risiko penipuan. Lakukan penggantian PIN ATM dengan jangka waktu maksimal tiga bulan sekali. Gunakan PIN unik, hindari tanggal lahir ataupun angka berurutan.

5. Menggunakan Kartu Kredit Virtual

Jika ternyata kartu kredit virtual tersebut terkena skim, maka tidak perlu mengganti atau memblokir kartu kredit asli. Kamu hanya perlu menutup nomor kartu virtual tersebut. Fitur kartu virtual dapat dibuat melalui situs Privacy.com, dan bisa juga melalui situs resmi penerbit kartu.

6. Hapus Email dari Alamat Email yang Mencurigakan

Cek inbox dan spam email dan cari email yang masuk dengan alamat yang mencurigakan. Seperti terdapat @blogspot.com atau @wordpress.com. Penggunaan angka yang tidak wajar pada alamat email dan huruf besar-kecil yang tidak sesuai.

7. Simpan atau Musnahkan Bukti Transaksi

Biasanya pada bukti transaksi terdapat nomor rekening yang tertera, nah itu bisa disalahgunakan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab. Hal tersebut tentunya dapat merugikan seseorang. Jadi, setelah melakukan transaksi di mesin ATM sebaiknya simpan atau musnahkan bukti transfer dengan merobeknya hingga bagian terkecil.

8. Ganti Kartu Magnetic Stripe menjadi Kartu Chip

Kartu berbasis chip diyakini lebih aman dari pembobolan karena data yang tersimpan pada chip telah di enkksripsi sehingga tidak mudah dibaca. Tentunya berbeda dengan kartu ATM pita magnetik yang terbukti mudah dibobol.

9. Mengecek Mesin EDC

Pada saat menggunakan kartu ATM/Debit pada merchant/toko yang bekerjasama dengan pihak perbankan, tolong kamu perhatikan kondisi alat EDC (Electronic Data Capture).

Catat, apabila terdapat alat (device) yang mencurigakan jangan lakukan transaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat/pihak berwajib.

10. Mengaktifkan Layanan SMS Banking

Dengan mengaktifkan layanan ini, kamu bisa langsung mengetahui jika ada transaksi yang tidak dikenal dari rekening mu. Jadi, kamu bisa lebih cepat melaporkan hal tersebut ke pihak bank. Sehingga akun rekening kamu bisa langsung di block sementara untuk menghindari kerugian yag lebih besar.

Tingkatkan Kewaspadaan Demi Keamanan Bertransaksi

Data pribadi merupakan hal yang sensitif dan bisa sangat mudah dicuri. Tidak hanya pembobolan rekening yang bisa dilakukan menggunakan data pribadi. Tapi kegiatan illegal lainnya juga bisa dilakukan denga memanfaatkan data pribadi yang telah dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Jadi, selain mengamankan data perbankan, pastikan kamu juga telaten dalam mengamankan data pribadi. Seperti tidak sembarangan memberikan nomor KTP, nomor handphone, email pribadi atau nama orang tua kandung.