Proxy: Pengertian, Fungsi, hingga Cara Kerjanya
Internet telah menjadi salah satu bagian hidup yang tak terpisahkan dari masyarakat modern. Hampir semua aktivitas sehari-hari, mulai dari, bekerja, belajar, sampai mencari hiburan dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang satu ini. Oleh karena itu, internet sudah bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder, apalagi tersier, melainkan kebutuhan primer bagi mayoritas masyarakat.
Cara kerja dari internet sendiri sebenarnya cukup sederhana, yaitu menghubungkan perangkat, baik itu, komputer atau smartphone, ke jaringan internet. Namun, tahukah kamu jika saat terhubung ke internet, informasi terkait gadget yang kamu gunakan bisa terekam? Bahkan, informasi yang diperoleh oleh pihak internet service provider atau ISP dan pemilik situs bisa mencakup lokasi, jenis perangkat, maupun data pribadi lainnya milik pengguna.
Tentu tidak semua orang merasa aman dan nyaman mengetahui data pribadinya bisa diketahui oleh pihak lain saat sedang menjelajah dunia maya tersebut. Untuk menyiasatinya, beberapa orang akan menggunakan tools yang disebut dengan proxy untuk menyembunyikan identitasnya.
Nah, buat kamu yang penasaran dengan apa itu proxy, fungsi, dan cara kerjanya, simak pembahasan berikut ini.
Apa Itu Proxy?
Proxy adalah suatu sistem yang mampu membuat penggunanya bebas mengakses dunia internet dengan memakai IP berbeda dengan yang ada pada sebuah perangkat. Sistem tersebut akan memanfaatkan proxy server untuk dapat bekerja dengan normal. Proxy server sendiri adalah suatu perangkat yang dipakai agar mampu menyediakan sistem atau layanan proxy.
Melalui server tersebut, pengguna tetap bisa memanfaatkan layanan internet seperti biasanya dan menghubungkan jaringannya melalui proxy server. Biasanya, kamu perlu mengajukan langganan agar bisa memanfaatkan layanan proxy dan menggunakan servernya tersebut. Namun, ada pula yang menyediakan fasilitas ini secara gratis, tapi perhatikan dulu cara kerja serta fungsinya guna menghindari masalah atau risiko yang malah bisa membahayakan data pribadimu.
Cara Kerja Alamat IP atau Internet Protocol
Saat menggunakan internet dan ingin mengakses sebuah situs atau website, internet akan secara otomatis memberikan alamat. Alamat tersebut biasa disebut dengan istilah IP atau internet protocol.
IP sendiri berguna untuk melakukan identifikasi mengenai arah atau tujuan server untuk mengirimkan konten dari sebuah situs. Dalam kata lain, server dapat mengetahui arah sebuah informasi, lalu akan mengirimkannya kembali pada perangkat dari pengguna internet yang mengunjungi sebuah situs tersebut.
Alamat pada perangkat itulah yang disebut dengan IP publik, dan hampir semua perangkat pasti memilikinya untuk mengakses internet dan menjelajah dunia online. Tanpa IP, aktivitas internet pada sebuah device tidak akan bisa dilakukan. Jadi, satu-satunya cara untuk menyembunyikan identitas diri saat menjelajah internet adalah dengan menggunakan proxy ini.
4 Jenis Proxy
Untuk menyembunyikan identitas dan informasi pribadi dari penggunanya, ada beragam jenis proxy yang bisa kamu gunakan. Ada 4, berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis proxy.
| Jenis Proxy | Penjelasan |
|---|---|
| Anonymous Proxy | Melakukan identifikasi terhadap dirinya sendiri sebagai proxy. Namun, jenis ini tidak akan mengirimkan atau meneruskan alamat IP yang asli dari penggunanya ke pihak situs atau internet provider. |
| Transparent Proxy | Akan mengirimkan informasi pada situs jika koneksi yang digunakan adalah proxy server serta akan tetap meneruskan informasi dari IP yang digunakan pengguna. |
| Distorting Proxy | Akan memberikan atau meneruskan alamat IP berbeda dari yang dipakai pengguna. Selain itu, proxy jenis ini juga akan melakukan identifikasi pada dirinya sendiri sebagai server. |
| High Anonymity Proxy | Akan menyembunyikan identitas dari server sekaligus alamat IP dari penggunanya. Pihak situs akan melihat alamat internet protocol secara acak untuk menghubungkan penggunanya. Jadi, alamat IP yang terekam bukanlah alamat IP asli yang dimiliki oleh penggunanya. |
Fungsi Proxy
Selain keempat jenis di atas, proxy juga mempunyai beragam fungsi. Berikut adalah 3 fungsi proxy.
- Meningkatkan Keamanan Data Pribadi Pengguna
Fungsi pertama yang bisa didapatkan dari menggunakan proxy adalah mampu mencegah pihak situs untuk mengetahui atau mencatat alamat IP pengunjungnya. Sebab, alamat IP yang nantinya tercatat pada sistem situs adalah alamat dari proxy servernya. Hal ini membuat kamu bisa mengakses jaringan internet secara anonim dan menjaga keamanan data pribadi, termasuk mengenai lokasi atau asal negaranya.
- Memantau Traffic Pengguna Internet dan Situs yang Diakses
Selain itu, tools ini juga bermanfaat untuk memantau pengguna internet mengenai situs seperti apa yang diakses. Hal ini cukup penting untuk dilakukan, khususnya pada jaringan internet di lembaga pendidikan maupun perusahaan, guna mengantisipasi risiko tindakan penyalahgunaan internet.
- Mampu Membuka Situs atau Jaringan Internet yang Terblokir
Manfaat terakhir dari menggunakan tools menyembunyikan alamat IP ini adalah untuk membuka akses dari situs atau jaringan internet yang terblokir. Alasannya karena pengguna menghubungkan dulu jaringan internetnya ke server tools tersebut, baru kemudian dihubungkan ke alamat situs yang dituju. Dengan begitu, alamat IP pengguna tidak akan terdeteksi dan bisa mengakses situs yang alamatnya telah diblokir sekalipun.
Risiko Menggunakan Tools Ini
Tentunya, penggunaan layanan ini memiliki risiko tersendiri yang perlu diantisipasi. Berikut adalah beberapa risiko dan dampak buruk yang mungkin terjadi saat menggunakan proxy.
- Tidak Adanya Sistem Enkripsi pada Server
Perlu diketahui jika sistem enkripsi pada penggunaan internet bertujuan untuk mengamankan aktivitas tersebut. Tanpanya enkripsi, kerahasiaan dari data digital akan menjadi lebih rentan untuk bocor, termasuk data yang tersimpan di sistem komputer maupun data yang ditransmisikan via internet dan jaringan komputer lainnya.
Sayangnya, sistem enkripsi ini umumnya tidak tersedia pada proxy server. Hal tersebut membuat kebanyakan tools ini jadi tidak mampu memberikan manfaatnya secara optimal karena informasi pada perangkat masih bisa diakses oleh halaman situs.
- Aktivitas Internet Tercatat pada Penyedia Layanan Ini
Meski layanan ini mampu memalsukan dan menyembunyikan identitas penggunanya saat menjelajah internet, tidak jarang informasi tersebut malah tersimpan dan terekam pada server penyedia layanannya. Tidak hanya itu, saat menggunakan server dari tools ini, semua aktivitas internet akan tercatat dalam server tersebut.
Cara Mengaktifkan Proxy pada Browser
Beberapa aplikasi browser seperti Google Chrome dan Firefox membolehkan penggunanya untuk menyembunyikan alamat IP menggunakan fitur ini. Berikut adalah cara mengaktifkan proxy.
- Google Chrome
Untuk mengaktifkan fitur proxy pada Google Chrome, kamu perlu:
-
- Membuka menu Pengaturan di sebelah kanan atas aplikasi.
- Lalu, pilih panel pencarian dan ketik “proxy”, lalu pilih opsi untuk mengaturnya.
- Setelah itu, centang opsi “use a proxy server” dan ketik alamat IP sesuai server dan juga port yang ingin kamu gunakan.
Pilih Save atau Simpan untuk mengaktifkannya.
- Firefox
Bagi pengguna aplikasi browser Firefox, kamu bisa mengaktifkan fitur ini dengan:
- Membuka menu “Option”.
- Lalu pilih opsi Advance, Settings, dan klik manual proxy settings.
- Selanjutnya, pada kotak HTTP Proxy, kamu perlu memasukkan alamat IP dari server serta nomor port.
Untuk mengecek sudah aktif atau tidaknya alamat IP tersebut di kedua aplikasi browser tersebut, kamu bisa melihatnya di situs Whats My IP.
Jaga Identitas Diri saat Gunakan Internet via Proxy
Proxy adalah tools yang biasa dimanfaatkan oleh pengguna internet untuk menyembunyikan alamat IP agar identitasnya lebih aman. Selain itu, penggunaan layanan ini juga berfungsi untuk membuka situs yang terblokir dan memantau aktivitas internet yang dilakukan oleh penggunanya. Tidak sulit, kamu bisa mendapatkan manfaat dari tools tersebut dengan mengikuti langkah mengaktifkannya yang telah dijelaskan di atas.
