4 Hal Penting Dalam Menulis Berita
Apakah kamu ingin menjadi seorang jurnalis atau penulis berita? Sebelum menulis informasi di media sekolah ataupun media nasional tentunya perlu memperhatikan syarat penting yang harus dipahami.
Seperti yang diketahui, saat ini berita mudah sekali tersebar di tengah rakyat. Terlebih dengan kemajuan teknologi serta penggunaan media sosial. Sebagai pembaca, tentu peserta didik harus lebih teliti dalam memilih berita sebagai sumber informasi.
Agar dapat tahu penulisan berita, ayo simak syarat penting dalam berita supaya mampu disampaikan ke masyarakat. Berikut ini rangkumannya dikutip dari page Direktorat SMP Kemdikbud RI.
Pengertian Berita
Sebelum mengulas tentang penulisan berita, kita harus tahu tentang pengertian berita. Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), informasi dapat diartikan menjadi sebuah cerita ataupun keterangan yang memuat informasi mengenai banyak sekali kejadian ataupun insiden yang hangat atau up to date. Jadi, secara ringkas berita adalah laporan peristiwa atau kejadian yang aktual.
Informasi ini tak melulu berbentuk goresan pena tetapi berupa rekaman suara (audio), rekaman visual, atau campuran keduanya, yaitu audio-visual seperti yang kita seringkali lihat di televisi.
Bahkan saat ini, dunia jurnalistik juga memanfaatkan website, blog, hingga media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Telegram, sampai YouTube untuk memberikan sebuah informasi.
Untuk lebih memahami penulisan informasi, berikut adalah syarat penting yang wajib dipahami.
4 syarat penting dalam menulis berita:
1. Faktual
Dalam tulisan berita, insiden atau kejadian yang disampaikan wajib bersifat faktual atau fakta. Informasi di sini maksudnya adalah berdasarkan kenyataan atau mengandung kebenaran, bukan berdasarkan imajinasi atau khayalan.
Contohnya ialah tentang peristiwa merebaknya virus Covid-19 yang terjadi pertama kali pada Wuhan, China, beberapa waktu lalu. Meskipun bentuknya tak terlihat, tetapi keberadaan virus mampu dibuktikan oleh para pakar, lengkap dengan korban-korban yang menderita dampak virus tadi.
Ini adalah insiden faktual, cerita yang benar-benar terjadi serta mengandung kebenaran. Oleh karena itu, peristiwa tadi layak diklaim menjadi berita.
2. Aktual
Aktual atau disebut juga dengan up to date adalah kejadian yang modern. Sebuah peristiwa baru dapat menjadi informasi jikalau kejadiannya masih baru atau hangat. Hal ini penting karena menceritakan sesuatu yang telah lama terjadi akan ada kemungkinan seluruh orang telah memahami. Dalam jurnalistik sangat penting sebuah prinsip aktualitas.
3. Menarik dan bermanfaat
kondisi selanjutnya merupakan peristiwa yang diangkat menjadi sebuah berita wajib memenuhi unsur menarik. Karena, banyak orang tentu hanya akan membaca atau menyimak sebuah berita yang dianggap menarik.
Tetapi, unsur menarik ini umumnya ditentukan oleh manfaat yang terdapat pada dalam berita tersebut. Manfaat yang dikandung pada sebuah berita bisa bermacam-macam, tidak hanya satu jenis, di antaranya adalah informatif, menghibur, hingga memancing rasa empati (human interest).
4. Tidak Memihak
Peristiwa yang ditulis sebagai sebuah informasi juga harus bersifat objektif alias tidak memihak. Misalnya, ketika melihat sebuah peristiwa tawuran antarpelajar, lalu akan dijadikan sebuah berita. Cobalah untuk menempatkan diri pada posisi yang netral, tidak boleh berpihak kepada salah satu grup pelajar yang tawuran tadi.
Nah, itulah kondisi-syarat krusial yang wajib dipahami sebelum menulis berita. Semoga kamu dapat sebagai penulis berita yang baik, ya.
Source: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6020005/tertarik-jadi-jurnalis-ketahui-4-syarat-penting-sebelum-menulis-berita
