Telkom Fokus Bangun Data Center dan Cloud Untuk Digitalisasi
Telkom Indonesia terus mendukung digitalisasi Indonesia menggunakan menciptakan berbagai infrastruktur penopang digitalisasi mirip sentra data (data center) dan komputasi awan (cloud). Hal ini disampaikan Direktur utama Telkom Ririek Adriansyah pada program bertajuk “Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022” yang diadakan Kadin Indonesia pada Surakarta, Jawa Tengah.
Ririek menyebutkan perubahan perilaku masyarakat dampak pandemi semakin cepat terjadi. Beberapa misalnya, saat ini makin banyak rakyat yang terbiasa bekerja berasal jarak jauh, belajar daring, dan mengakses banyak sekali jenis hiburan digital serta berbelanja menggunakan lokapasar, serta diyakini sebagian besar kebiasaan ini tetap akan berlangsung pascapandemi.
Digitalisasi Indonesia bisa mendorong peningkatan produktivitas nasional sampai 120 miliar dolar Alaihi Salam pada 2025. ada banyak manfaat yang dibawa digitalisasi buat berbagai sektor, mirip membuka lebih banyak peluang kerja, menciptakan efisiensi dan layanan yang lebih baik, serta menaikkan akses masyarakat untuk mendapat layanan terbaik, celoteh Ririek dalam fakta tertulis yang dikutip melalui Republika.co.id.
Dia menilai dampak percepatan digitalisasi yang terjadi dampak Covid-19 membuat Indonesia mampu bertahan menghadapi pandemi saat ini.
Sebagai digital telco terbesar di Indonesia, dia katakan, Telkom juga bisa tetap menoreh kinerja positif selama pandemi berkat transformasi digital yang sudah serta terus dilakukan.
Pada memperbesar akibat positif digitalisasi bagi warga , lanjut Ririek, Telkom turut membantu percepatan pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan pada lingkup nasional dan wilayah.
Salah satunya, Telkom terlibat dalam pembangunan data center serta komputasi awan yang masuk pada 10 agenda prioritas nasional untuk mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.
Apa pun industrinya, teknologi cloud akan bertindak sebagai pendukung penting dengan menyediakan wahana bagi bisnis untuk berinovasi dengan teknologi baru. Cloud menghasilkan usaha fleksibel dan aman. Infrastruktur ini juga mendukung otomatisasi industri serta menghubungkan data berasal mesin, manusia, serta benda melalui big data, simulasi, serta manufaktur aditif, ucap Ririek yang pula menjabat menjadi ketua Gugus Tugas Digitalisasi B20.
Ririek memperkirakan kebutuhan data center pada dunia terutama tempat Asia Tenggara terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan diperkirakan, dibandingkan tahun 2020, pasar data center akan tumbuh dua sampai 3 kali lipat pada 2025.
Ririek juga menambahkan peningkatan pangsa pasar data center wajib diimbangi dengan eksistensi infrastruktur yang memadai. karena itu, Telkom sudah serta akan terus membentuk serta meningkatkan kapasitas data center yang dikelola. Telkom sekarang memiliki serta mengelola 27 data center baik dalam juga luar negeri.
Menurut Ririek, Telkom juga sedang membangun sebuah Hyperscale Data Center (HDC) berkapasitas total 75 MW serta bisa menampung 10 ribu rak, yang mana tahap pertama menggunakan kapasitas 22 MW ditargetkan mulai beroperasi di kuartal II 2022.
Telkom berharap langkah ini dapat mendukung cita-cita Indonesia yang berdaulat dalam global digital mampu segera tercipta, serta membawa kemaslahatan bagi semua lapisan warga , kata Ririek.

