Transformasi Digital di Industri 4.0 Bawa Dampak dan Peluang Pekerjaan
Transformasi digital yang berlangsung bersama menggunakan era industri 4.0 membawa banyak dampak bagi perekonomian Indonesia. Meskipun industri 4.0 mampu menghilangkan banyak jenis pekerjaan, tetapi di waktu yang bersamaan juga menghadirkan poly pekerjaan baru mirip social media specialist, SEO specialist, content creator, web developer, data scientist, sampai app developer.
Maka buat bisa menyesuaikan diri menggunakan revolusi industri 4.0, seorang pekerja harus memiliki kemampuan yang tidak bisa ditiru mesin. Direktur berita serta Komunikasi Perekonomian Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Septriana Tangkary pun menyampaikan, bahwa kemampuan yang wajib dimiliki buat adaptasi tersebut ialah masalah solving, berpikir kritis, dan kreativitas.
Di kesempatan yang sama dalam lembaga DigiTalk bertema ‘Menangkap Peluang Kerja pada Industri 4.0’, Direktur Continuing Education program-Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik Universitas Indonesia (CEP-CCIT FTUI) Muhammad Suryanegara menyampaikan bahwa Generasi Z artinya grup yang akan mendominasi Indonesia di 10 sampai 20 tahun mendatang.
Jika generasi ini kompeten, maka Indonesia akan maju serta survive, sebaliknya Jika tidak dipastikan kita hanya akan sebagai objek kemajuan teknologi tanpa bisa menjadi subjek. global sedang berada pada transformasi penguasaan teknologi, siapa yang menguasai teknologi dialah yang sebagai pemenang, kata surya pada sesi sambutannya.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sendiri telah menyiapkan sisnaker SIAPkerja, yang artinya ekosistem digital berupa platform buat berbagai jenis layanan publik pada bidang ketenagakerjaan, baik pada pusat juga daerah. Sisnaker ini pun memiliki beberapa layanan, salah satunya ialah Karirhub yang bisa memberikan berita tentang lowongan pekerjaan asal semua Indonesia.
Platform ini pun dapat menyampaikan poly manfaat bagi mereka yang mencari lowongan pekerjaan, seperti dijelaskan oleh Pengantar Kerja pakar Madya Direktorat pelatihan dan Penempatan tenaga Kerja serta ekspansi Kesempatan Kerja (PTKDN) Kemenaker Anna Kurnianingsih.
Banyak sekali manfaat yang ada berupa digitalisasi kartu pencari kerja (AK-1), informasi lowongan pekerjaan pada serta luar negeri, dan lowongan pekerjaan yang dapat dicocokkan dengan profil dan masih banyak lagi.
Sementara menurut dosen CEP-CCIT FTUI Fachran Nazrullah, esensi asal revolusi industri 4.0 sendiri menyatukan tiga aspek primer, yaitu fisik, digital, dan hayati dalam satu kesatuan atau ekosistem. Revolusi industri 4.0 pun akan disangga sang 3 ekosistem utama, yaitu big data, cloud computing, dan internet of things (IoT).
Sementara pakar Teknologi gosip Daniel Oscar Baskoro memberikan bahwa teknologi informasi artinya suatu hal yang penting, namun bukanlah segalanya. Hal ini bisa dibuktikan menggunakan Daniel yang menceritakan kisah seorang bernama Anggoro yg tidak memiliki background TI namun dapat terus menjaga koneksi dan diskusi.
Pada global digital ini, yang penting itu bukan apa background-nya namun bagaimana bisa berkolaborasi menggunakan pihak lain buat menciptakan sebuah karya, istilah Daniel.

