UGM Kembangkan Big Data dan Cloud Untuk Mitigasi Bencana Covid-19
UGM dan Peneliti Departemen Ilmu komputer dan elektronika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Mardhani Setiawan menyebarkan inovasi teknologi big data dan cloud computing menjadi upaya buat mitigasi pandemi COVID-19 serta kebencanaan.
Analisis big data yang dihasilkan di penemuan ini pun berhasil memprediksi dan memonitor gelombang pertambahan perkara COVID-19 yang disebabkan oleh gerak warga . inovasi ini juga membantu wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan kasus.
Mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia telah dijalankan selama pandemi berlangsung dengan mengumpulkan data-data pertambahan masalah harian yang melibatkan lebih berasal 200 orang relawan data pada semua Indonesia, istilah Mardhani dalam berita resminya, melansir berasal IDN Times Jogja.
Mardhani mengungkapkan bahwa para sukarelawan data ini sendiri mengumpulkan data secara harian asal fasilitas kesehatan, lokasi pemakaman, dan asal data internet secara harian buat analisis big data.
Mardhani pun menuturkan, bahwa pengembangan analisis big data buat mitigasi penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia ini sudah dimulai Sejak tahun kemudian. saat itu, penemuan ini belum memiliki peta serta pola persebaran pandemi. namun Mardhani beserta timnya telah memulai analisis dengan memanfaatkan big data melalui Respons COVID-19 Indonesia (covid19.gamabox.id).
Ketika itu, analisis big data buat COVID-19 telah dikembangkan buat diimplementasikan di Myanmar,” ungkap Mardhani.
Selain melakukan pengembangan analisis big data dan cloud computing buat mendukung mitigasi COVID-19, Mardhani serta tim juga melakukan pengembangan inovasi konvergensi teknologi big data dan cloud computing buat menyediakan informasi terbaru serta peringatan dini bencana tanah longsor.
Konvergensi teknologi buat kebencanaan ini pun diwujudkan melalui pengembangan G-Connect (Gamabox Connect) yang berlangsung semenjak 2016 hingga 2021. G-Connect sendiri membuatkan tools yang bisa mendeteksi konvoi tanah longsor serta kondisi lingkungan dengan sensor.
Data tadi terkumpul secara real-time serta dikirimkan melalui jaringan internet kualitas rendah ke server big data pada UGM secara terjadwal serta berkala. tidak hanya itu, alat-alat ini pula bisa bekerja secara berdikari karena didukung oleh solar power, serta kemudahan mobilisasi peralatan pun menyesuaikan perkembangan retakan longsor.
G-Connect saat ini sudah tersebar pada 37 titik [sebelum terkena longsor] pada jalur retakan Gunung Gandul di Kabupaten Wonogiri, ungkap Mardhani.
Tidak hanya buat mitigasi COVID-19 dan bencana longsor, Mardhani beserta tim juga sudah mengembangkan platform big data management untuk sektor energi pada Indonesia Dari tahun 2020 kemudian. Platform bernama Gamabox Explorer ini adalah produk riset sistem big data manajemen energi yang dipergunakan dan sinkron menggunakan standar internasional pengelolaan data minyak serta gas (PPDM Standard).
Gamabox Explorer menyediakan yang akan terjadi analisis asal produksi dan prediksi minyak serta gas menggunakan menggunakan pendekatan big data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). kemampuan ini lalu memudahkan industri buat merencanakan eksplorasi dan pendayagunaan.
Pada tahun 2021 ini, Gamabox Explorer pula telah dikembangkan buat menjadi platform analisis di area batu bara dan telah menghadirkan analisis klasifikasi kualitas batu bara dan Underground Coal Gasification UCG), papar Mardhani.

