Sejarah Mikrotik Dalam Dunia Jaringan
Sejarah Mikrotik
Mikrotik ini didirikan di Ibukota Republik Latvia oleh dua orang hebat yang bernama John Tully (CEO) dan Arnis Riekstins. Mereka memulai semuanya berawal dari menggunakan Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless Local Area Network (WLAN). Karena mereka berdua memiliki pemahaman yang baik tentang kedua hal tersebut, akhirnya mereka memiliki ide untuk membuat perangkat lunak router dari apa yang dipelajarinya.
Mikrotik ini memiliki tujuan untuk menghubungkan dan mempermudah seluruh dunia melalui program yang diciptakannya. Oleh karena itu, motto dari Mikrotik sendiri adalah “Routing the world” yang berarti menghubungkan dunia.
Pengertian
Apa itu Mikrotik? Pengertian Mikrotik adalah sistem operasi/operating system (OS) untuk router yang berfungsi untuk memanajemen trafik dan membuat rules dalam jaringan komputer serta untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama maupun yang berbeda.
Kini Mikrotik sudah melebihi dari pengertian di atas, Mikrotik sudah memiliki kemajuan yang pesat bahkan jika Anda mencoba untuk mencari tentang apa yang bisa dilakukan oleh Mikrotik, saya jamin Anda tidak akan langsung ingat semuanya. Hal ini dikarenakan begitu banyaknya hal/fitur yang tersedia dan dapat dijalankan.
Fitur-Fitur
Karena banyaknya fitur yang tersedia di Mikrotik, maka saya di sini hanya mencoba untuk menjabarkan kategori utamanya saja. Berikut adalah fitur-fitur yang ada:
- Hardware Support
- Installation
- Configuration
- Backup/Restore
- Firewall
- Routing
- Multiprotocol Label Switching (MPLS)
- Virtual Private Network (VPN)
- Wireless
- Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
- Hotspot
- Quality of Services (QoS)
- Proxy
- Tools
- Fitur Tambahan seperti NTP Server/Client dll.
Dari beberapa fitur di atas, tentu di dalamnya terdapat banyak fitur lagi. Kita ambil contoh pada fitur Quality of Services (QoS), di dalamnya terdapat banyak jenisnya lagi seperti, Hierarchical Token Bucket (HTB), Simple Queue, Per Connection Queue (PCQ) dan begitu juga pada fitur yang lainnya.
Jenis-Jenis
Adapun jenis Mikrotik ini terbagi menjadi dua, yaitu Mikrotik Router OS dan Mikrotik Routerboard.
- Mikrotik RouterOS™ adalah sistem operasi yang diperuntukan untuk dijalankan secara langsung pada komputer agar komputer bisa dijadikan layaknya sebuah router. Anda mungkin tahu bahwa Windows adalah sistem operasi yang dijalankan pada komputer/laptop Anda, nah hal ini juga sama dengan RouterOS hanya saja fitur di dalamnya yang berbeda.
- Mikrotik Routerboard atau Built In Hardware adalah perangkat keras yang di dalamnya sudah terpasang Mikrotik RouterOS. Dalam artian, Anda tidak perlu menginstal program Mikrotik pada komputer Anda jika sudah memiliki Mikrotik Routerboard ini.
Kode Routerboard
Biasanya perangkat keras suka memiliki kode-kode unik yang tercantum di bagian luarnya. Hal ini juga berlaku untuk Mikrotik, di mana Mikrotik ini memiliki kode seri dan hal itu tentu dibuat bukan tanpa arti. Berikut adalah pengertian kode yang ada di Mikrotik:
- RB merupakan singkatan dari Routerboard.
- Angka pertama dari kiri menunjukan seri/kelas dari router.
- Angka kedua dari kiri menunjukan jumlah port ethernet yang tersedia pada router.
- Angka ketiga dari kiri menunjukan jumlah slot wireless/PCI yang terpasang pada router.
Ada juga routerboard yang diikuti dengan 2nD diujungnya contohnya seperti RB951-2nD. 2nD berarti mendukung dual channel.
Adapun ada beberapa kode lainnya yang biasanya terdapat di belakang router, antara lain:
- U – Support USB port.
- A – Advanced, biasanya memiliki lisensi dengan level 4 atau lebih tinggi.
- H – High perfomance, memiliki kinerja prosesor yang tinggi.
- R – Dilengkapi dengan kartu wireless/wireless card tanam.
- G – Dilengkapi dengan port ethernet Gigabit
- P – Mendukung injeksi daya/power dengan pengontrol.
- i – Port tunggal injeksi daya/power tanpa pengontrol.
- L – Lite Edition atau menggunakan resources yang sedikit (hemat).
- S – Mendukung Port Small Form Factor Pluggable (SFP Port)
- e – Mendukung PCIe Interface
Fungsi
Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa ini memiliki fungsi utamanya untuk mengatur jaringan komputer dan kurang lebih fungsinya sama saja seperti router lainnya dengan catatan beberapa fitur ada yang sedikit berbeda. Namun di sini saya ingin menjelaskan fungsinya secara umum. Berikut fungsi secara umum:
- Untuk mengatur lalu lintas jaringan komputer meliputi pembagian bandwidth internet, pembuatan hotspot, pembuatan server/client VPN, memblokir situs, menjalankan firewall pada jaringan dll.
- Untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama dan berbeda.
- Untuk memudahkan network administrator dalam mengelola jaringan.
- Mencegah adanya serangan hacker dan meningkatkan keamanan dalam berinternet.
- Menciptakan jaringan yang stabil.
- Membantu pekerjaan manusia khususnya dalam bidang teknologi.
Kelebihan dan Kekurangan
Berikut ini adalah kelebihan:
- Harga terjangkau/terbilang murah.
- Ramah pengguna karena mudahnya konfigurasi dalam mode GUI (Graphical User Interface) dengan menggunakan Winbox.
- Memiliki banyak fitur yang siap digunakan.
- Hemat listrik, contohnya ada beberapa versi routerboard yang hanya mengkonsumsi listrik sebesar 2,5 watt saja.
- Tidak perlu melakukan instalasi untuk Routerboard, adapun untuk RouterOS perlu melakukan instalasi yang berlangsung hanya beberapa menit saja.
- Cocok digunakan untuk skala kecil-menengah.
Berikut ini adalah kekurangan:
- Kurang cocok untuk digunakan dalam mengatur jaringan skala besar.
- Terkadang terjadi error, jadi meskipun kita sudah men-setting dengan benar ternyata tidak dapat berfungsi dengan baik.
