Virus Corona Bisa Bermutasi Menjadi 33 Jenis?
Mutasi virus SARS-CoV-2 penting buat dipahami. berdasarkan ahli pada Cina, virus corona bisa bermutasi mencapai 33 jenis – 19 pada antaranya baru dikenali. Simak laporan terbarunya di sini. Virus corona dilaporkan sudah memiliki mutasi hingga 33 jenis. Mutasi virus corona SARS-CoV-2 bisa mencapai sampai 33 jenis. Apa pentingnya mengkaji mutasi virus corona?
Kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat di aneka macam negara. Disaat penyakit ini belum memiliki vaksin juga obat yg disepakati beserta, kekhawatiran merebak terkait Mutasi virus SARS-CoV-2. Mutasi ini berpotensi memengaruhi jenis penanganan khusus di pasiennya.
Mutasi virus corona SARS-CoV-2 mampu mencapai sampai 33 jenis
Sebuah studi pada Cina melaporkan bahwa virus corona SARS-CoV-dua bisa bermutasi hingga 33 mutasi genetik. Kurang lebih 19 mutasi pada antaranya ialah mutasi yg cenderung baru dan tidak ditemukan sebelumnya. Studi tersebut dipimpin oleh ilmuwan ternama Cina, yakni Li Lanjuan asal Zhejiang University. Riset dilakukan menggunakan menganalisis strain virus yang diisolasi berasal 11 pasien Covid-19 – yg dipilih secara acak berasal Hangzhou, pada timur provinsi Zhejiang. Kemudian, ia menguji seberapa efisien virus dapat menginfeksi dan membunuh sel.
Berikut ini beberapa poin krusial dalam studi yg dimuat di makalah non-peer reviewed pada situs medRxiv.org tersebut:
1. Beberapa kasus mutasi memengaruhi protein virus
Li Lanjuan dan rekannya pada studi tadi menemukan, beberapa kasus mutasi dapat menyebabkan perubahan fungsional di protein lonjakan virus corona SARS-CoV-2. Protein lonjakan virus artinya struktur unik di atas selubung virus, yg memungkinkan virus corona menempelkan dirinya di sel insan.
2. Jenis strain paling agresif memicu jumlah virus 270 kali lebih banyak
Buat memastikan kebenaran teorinya, peneliti pada riset ini menginfeksi sel dengan strain virus corona SARS-CoV-dua yang membawa mutasi tidak sinkron. Mereka melaporkan, jenis yg paling agresif dapat memicu viral load (jumlah virus dalam sampel) 270 kali lebih banyak dibandingkan jenis yang paling lemah. Strain yg agresif tersebut jua membunuh sel-sel paling cepat.
3. Mutasi mematikan jua ditemukan pada daerah lain
Dalam laporannya, Li Lanjuan juga menuliskan bahwa mutasi paling mematikan di pasien Zhejiang jua sudah ditemukan pada sebagian besar pasien di semua Eropa. Sementara itu, strain virus yang lebih ringan ialah varietas lebih banyak didominasi yang ditemukan di bagian Amerika serikat, seperti negara bagian Washington.
Dilansir dari South China Morning Post, sebuah studi terpisah menemukan bahwa strain virus corona yang terdapat pada New York, Amerika serikat, telah ‘diimpor’ berasal Eropa. Taraf kematian pada New York pun serupa menggunakan pada banyak negara Eropa.
