Gejala Anemia Yang Perlu Diwaspadai
Anemia, atau kurang darah, terjadi karena kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Akibatnya, jumlah hemoglobin yang ada di sel darah merah pun akan berkurang. Kekurangan sel darah merah inilah yang kemudian menyebabkan anemia dan memunculkan berbagai gejala kesehatan.Lemah, letih, lesu, dan lunglai adalah ciri-ciri kurang darah yang paling umum terjadi. Akan tetapi, nyatanya tidak hanya itu. Ada berbagai tanda Anda mengalami kurang darah yang mungkin saja tidak Anda duga. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Berbagai gejala anemia yang perlu diwaspadai
Saat jumlah sel darah merah dan hemoglobin rendah, ada berbagai gejala kesehatan yang mungkin Anda rasakan. Ini karena fungsi keduanya tidak lagi optimal.Anemia diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya. Beragam penyebab anemia inilah yang mungkin memunculkan gejala khas.Untuk lebih jelasnya, berikut ini berbagai ciri-ciri kurang darah yang perlu Anda waspadai.
1. Lelah dan letih
Lelah dan letih menjadi gejala paling umum dari anemia. Bisa dibilang, hampir semua jenis anemia mengalami ciri-ciri yang satu ini. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin yang membawa oksigen. Padahal, oksigen ini dibutuhkan setiap tubuh. Sel tubuh yang kekurangan oksigen kemudian memberi sinyal pada jantung untuk memompa darah lebih banyak.Akibatnya, kerja jantung pun jadi berat untuk menyalurkan darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuat Anda jadi kelelahan dan lemas.
2. Pucat
Salah satu ciri-ciri seseorang mengalami kurang darah adalah kulitnya yang pucat. Tak hanya tampilannya secara umum, Anda mungkin akan menyadari bahwa tangan, kelopak mata bawah, bahkan kukunya tampak lebih pucat.Tak hanya membawa oksigen, hemoglobin juga berfungsi memberikan warna merah pada darah. Kadar hemoglobin yang rendah di dalam tubuh akhirnya membuat seseorang tampak lebih pucat.
3. Pusing dan sakit kepala

Ciri-ciri kurang darah lainnya adalah pusing
Pusing dan sakit kepala juga jadi gejala kurang darah yang kerap dikeluhkan. Hal ini terjadi karena otak kekurangan oksigen, akibat sel darah merah yang kadarnya rendah.Umumnya, Anda akan lebih sering merasakan pusing ketika bangkit dari posisi duduk atau tiduran. Gejala ini mirip dengan ciri-ciri darah rendah.Sakit kepala bahkan juga bisa jadi lebih berat pada seorang perempuan yang mengalami anemia saat menstruasi.Penelitian dalam Journal of Hematology-Oncology and Stem Cell Research menyebutkan bahwa perempuan yang kekurangan darah saat menstruasi lebih mungkin mengalami migrain dibandingkan mereka yang tidak dan laki-laki.
4. Sesak napas
Kadar eritrosit yang rendah di dalam tubuh membuat kadar oksigen juga jadi rendah. Untuk mengatasinya, paru-paru akan bekerja lebih keras untuk mengambil oksigen.Kondisi tersebut menyebabkan jumlah pernapasan Anda jadi meningkat. Itu sebabnya, Anda akan terengah-engah dan mengalami sesak napas.
5. Jantung berdebar

Anemia juga bisa menyebabkan jantung berdebar
Masih berhubungan dengan upaya tubuh memenuhi kebutuhan oksigen, orang yang mengalami anemia juga bisa merasakan gejala jantung berdebar kencang. Kondisi ini disebut dengan palpitasi.Palpitasi terjadi karena jantung terus berusaha memompa darah ke seluruh tubuh.Jantung berdebar terus-terusan bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Jantung akan terus mengalami tekanan, sehingga membuat dada terasa nyeri. Tak hanya itu, anemia yang dibiarkan juga bisa menyebabkan pembengkakan jantung atau masalah kardiovaskuler lainnya.Mengingat dampak yang mungkin timbul, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai cara mengobati anemia untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih berat.
6. Tangan dan kaki terasa dingin
Salah satu gejala anemia akibat kekurangan zat besi adalah kaki dan tangan yang terasa dingin. Hal ini terjadi karena tubuh kesulitan menyalurkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.Akibatnya, anggota tubuh yang paling jauh dengan jantung, seperti ujung jari tangan dan kaki, tidak mendapatkan cukup oksigen.
7. Mata, kulit, dan mulut kuning (jaundice)

Salah satu tanda kurang darah akibat anemia sel sabit membuat kulit tubuhdsn mata jadi kuning
Selain pucat, kulit kuning (jaundice) juga jadi salah satu gejala yang umum muncul pada anemia sel sabit. Sel darah mempunyai masa hidup, yakni sekitar 120 hari. Mengutip Johns Hopkins Medicine, sel darah merah yang sudah tua akan dibawa ke hati untuk dipecah menjadi bilirubin.Umur sel darah merah pada orang dengan anemia sel sabit umumnya lebih cepat rusak. Akibatnya, sel darah merah terlalu cepat dibawa dan dirombak oleh hati. Pembentukan bilirubin pun menjadi meningkat. Hal inilah yang menyebabkan kulit tubuh Anda menjadi kekuningan.Selain anemia sel sabit, kurang darah yang disebabkan oleh thalasemia juga bisa menyebabkan seseorang mengalami jaundice dan pembesaran hati.
8. Kulit dan rambut kering
Ciri-ciri kurang darah juga dapat dilihat dari kesehatan kulit dan rambut. Salah satu tanda yang bisa dilihat adalah kulit dan rambut yang kering.Ini umumnya terjadi karena anemia defisiensi besi. Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah pembawa oksigen. Jika zat besi kurang, eritrosit berkurang, oksigen pun berkurang.Akibatnya, sel-sel di kulit kepala yang bertugas menumbuhkan rambut pun akan kekurangan nutrisinya. Tak hanya kulit kering, hal ini juga menyebabkan rambut jadi mudah rontok.
9. Keinginan makan yang aneh
Salah satu tanda kurang darah yang mungkin tidak Anda duga adalah keinginan makan yang aneh. Kondisi ini disebut dengan gangguan makan pica. Ngidam makan makanan tertentu yang tidak biasa saat tidak hamil bisa jadi tanda Anda mengalami anemia akibat kekurangan zat besi.Hal ini terjadi karena tubuh berusaha memenuhi kebutuhan zat besi.
10. Kuku mudah patah
Seperti bagian tubuh lainnya, kuku yang sehat berarti mendapatkan seluruh nutrisi yang diperlukan termasuk oksigen. Saat Anda mengalami anemia, gejala kuku yang mudah patah juga mungkin terjadi. Untuk mengatasinya, cobalah makan makanan yang mengandung zat besi.
11. Telinga berdenging
Salah satu gejala anemia yang juga mungkin muncul adalah telinga berdenging, alias tinnitus. Tak hanya dengingan, beberapa orang juga mungkin mendengar bentuk suara yang lain, misalkan suara detak jantung atau suara yang berdesir.Sebab, anemia membuat aliran darah di pembuluh vena dekat leher jadi meningkat. Peningkatan aliran darah ini disebabkan oleh jantung yang berusaha memompa darah ke otak. Aliran darah dari jantung menuju otak inilah yang kemudian menimbulkan sensasi berdengung atau suara lainnya di dalam telinga.
Cara mengatasi anemia agar tak semakin parah

Makan makanan penambah zat besi bisa membantu mengatasi anemia
Meski anemia termasuk masalah kesehatan yang umum terjadi, bukan berarti Anda bisa mengabaikannya begitu saja. Tanda-tanda kurang darah yang didiamkan malah bisa memunculkan gejala yang lebih berat lagi, seperti:
- Merasa tidak fokus
- Depresi
- kebiruan pada bagian putih mata
- Kehilangan gairah seksual pada laki-laki
Konsultasikanlah dengan dokter mengenai pengobatan anemia yang paling tepat untuk Anda. Dokter biasanya akan mencari tahu penyebab anemia terlebih dulu.Kebanyakan anemia disebabkan oleh kekurangan nutrisi tertentu, seperti asam folat, vitamin B12, atau zat besi. Itu sebabnya, tindakan pencegahan anemia bisa dilakukan dengan konsumsi suplemen dan makan makanan penambah darah.Gejala-gejala di atas sebenarnya merupakan keluhan yang umum terjadi. Punya atau mengalami gejala anemia di atas tidak serta-merta Anda pasti mengalami kurang darah.Namun, mendiamkannya juga bukan hal yang tepat. Segeralah berkonsultasi ke dokter jika gejalanya terus muncul bahkan memburuk.
sumber : https://www.sehatq.com/
