Bagaimana Cara Kerja Facial Recognition?
Tidak hanya digunakan untuk keamanan negara saja, facial recognition sebetulnya sudah mulai banyak juga digunakan di teknologi pada keseharian kita. contoh yang paling sederhana artinya rekomendasi tag foto di Facebook, serta masih banyak lagi.
Cara Kerja facial recognition
Facial recognition ialah keliru satu jenis sistem identifikasi “biometrik”. Sistem ini mengidentifikasi seseorang dengan fitur-fitur khusus di tubuh maupun DNA yang membedakan satu orang dengan orang lainnya. model identifikasi biometrik lainnya merupakan fingerprint atau sidik jari, retina scanning, iris scanning, dan voice recognition.
berdasarkan US Government Accountability Office, ada empat komponen yg dibutuhkan buat melakukan facial recognition, yaitu:
- Kamera
- Faceprint
- Database
- Algoritme utuk membandingkan faceprint berasal paras target dengan faceprint pada database.
setelah komponen tadi terpenuhi, kita bisa mulai melakukan facial recognition. terdapat 3 tahapan yg biasanya dilewati, yaitu:
1. Detection
Sistem akan mengekstraksi pola dalam sebuah gambar kemudian membandingkannya. Jika polanya sama, sistem akan mengasumsikan bahwa terdapat wajah dalam gambar tersebut.
2. Faceprint creation
Faceprint ialah ‘cetakan’ atau ‘contoh’ wajah. Kami akan mengungkapkan detailnya di bawah. buat membentuk faceprint, terdapat 2 cara yang umumnya dilakukan, yaitu:
- Pendekatan geometris (geometric approach)
Mengukur jeda dan rekanan spasial antara fitur paras seperti titik pusat mata, bagian ujung hidung, atau garis bibir buat mengenali wajah. - Pendekatan fotometrik (photometric approach)
Menganalisis foto dan membandingkannya menggunakan database untuk mengenali ciri-ciriidentitas seorang berdasarkan statatistiknya. - Analisis tekstur paras (skin texture analysis)
Memetakan lokasi unik pori-pori, garis, atau bercak di kulit yang tidak sinkron antara seseorang dengan yang lainnya.
3. Verifikasi atau identifikasi
pembuktian tidak sama dengan identifikasi. Jadi, outputnya juga akan tidak sinkron.
- pembuktian (atau autentikasi)
Cara ini membandingkan input foto wajah menggunakan data foto pengguna yg membutuhkan autentikasi. supaya lebih simpel diingat, perbandingannya 1×1.
model:
Membuka kunci smartphone menggunakan wajah. kamu perlu memasukkan data wajah atau foto engkau terlebih dahulu buat disimpan dalam smartphone. ketika engkau mengarahkan kamera ke paras, akses smartphone baru akan terbuka. - Identifikasi
Perbandingan 1xN. Jadi, input foto wajah dibandingkan menggunakan seluruh foto paras yang terdapat pada dataset buat menemukan orang yg cocok dengan input foto tadi.
model:
Pencarian John Sudworth sang kepolisian Tiongkok yang kami ceritakan pada awal. Rekomendasi photo tagging berasal Facebook juga salah satu contoh lainnya.
Facial recognition di berbagai industri
kini kamu sudah mulai paham cara kerja facial recognition, bukan? dalam bagian ini, kami akan membagikan beberapa model pemanfaatan facial recognition pada berbagai industri. Tentunya, masih terdapat lebih poly lagi selain contoh-model yang kami berikan.
1. Otomotif
Byton, sebuah pembuat kendaraan beroda empat listrik berasal Tiongkok, membentuk sebuah SUV yang memanfaatkan teknologi facial recognition buat membuka kuncinya. setelah mengautorisasi pengemudi, aplikasi pada kendaraan beroda empat tersebut pula secara otomatis akan mengatur posisi kursi, spion, serta suhu dalam kendaraan beroda empat, sinkron degan preferensi pengemudi.
2. Ritel
Smart store mirip AmazonGo atau JD.IDX menggunakan facial recognition buat mengidentifikasi pengunjung toko, mengawasi aktivitas belanja, serta memverifikasi pembayaran.
contoh lainnya ialah smile to pay, sistem pembayaran milik Alipay. sehabis kamu terdaftar, buat melakukan pembayaran engkau cukup memindai wajah di mesin yg sudah disediakan. tidak perlu lagi memakai dompet.
3. Pendidikan
Sebuah sekolah pada Tiongkok memasang kamera pada atas papan tulis buat mengidentifikasi emosi siswa. asal mulai netral, senang , duka, kecewa, marah, takut, serta terkejut, buat memilih apakah seseorang siswa penekanan belajar pada kelas atau tidak. Bila tidak, komputer akan memberikan notifikasi pada guru buat menangani siswa tadi.
4. Kesehatan
Peneliti berasal Duke University membentuk aplikasi Autism & Beyond yang bertujuan buat menguji realibilitas smartphone dan analisis aktualisasi diri wajah melalui video sebagai alat screening tanda-tanda autisme atau gangguan tumbuh kembang lainnya pada anak.
di tahun 2017, sebuah riset pula berhasil menggunakan aplikasi facial recognition buat mendiagnosis sindrom genetik DiGeorge yg langka. Selain itu, sebuah software yg diciptakan Listerine pula membantu orang tunanetra buat mendeteksi senyuman berasal sensor getar yg dihasilkan menggunakan membaca aktualisasi diri wajah seseorang.
5. Sosial dan lainnya
Sebuah perangkat lunak bernama Finding Rover memungkinkan engkau untuk menemukan hewan peliharaan yg hilang dengan mendeteksi paras hewan.
Sementra di India, kepolisian New Delhi berhasil mengidentifikasi kurang lebih 3000 anak yg hilang, hanya pada empat hari dengan memakai sistem facial recognition.
Resource : https://algorit.ma/blog/behind-data-science-cara-kerja-facial-recognition/
