Alat Dan Bahan Batik Cap
Alat Dan Bahan Batik Cap
Membuat batik cap membutuhkan bahan dan alat yang umum digunakan dalam pembuatan batik. Tapi, ada beberapa alat tambahan yang harus kamu gunakan. Untuk lebih jelasnya, simak bahan dan alat yang dibutuhkan di bawah ini.
1. Canting Cap
Canting cap berfungsi untuk memberikan lilin berbentuk pola batik pada kain mori. Umumnya, canting cap ini dibuat dari plat tembaga yang dibentuk menjadi pola yang diinginkan.
Alat ini umumnya terdiri dari tiga bagian, bagian muka yang membentuk motif, bagian dasar yang digunakan untuk melekatkan bagian muka, dan tangkai untuk pegangan saat melakukan pengecapan.
Sekarang, selain menggunakan bahan tembaga, ternyata ada yang membuat canting cap dari kertas. Penemunya adalah Nurrohmad, seseorang yang berasal dari Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Canting buatan Nurrohmad ini ternyata menggunakan kertas bekas sebagai bahannya. Selain mudah didapatkan, kertas juga mudah dibentuk sehingga pembuatan canting cap juga jadi lebih mudah.
2. Meja Cap
Setelah canting, kamu juga memerlukan meja untuk mengecap kain selama proses pembuatan batik cap. Meja cap ini pengting banget, soalnya kita butuh tempat yang rata untuk mengecap kain.
Biasanya, meja cap terbuat dari bahan kayu yang panjang dan lebar. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran kain mori. Jadi, kain tidak dipindah-pindah atau digeser saat proses pembuatan.
Saat akan digunakan, meja akan terlebih dahulu dilapisi dengan busa yang tebalnya sekitar 10 cm. Selain itu, dilengkapi juga dengan kain blacu dan kain serak tipis lembab.
3. Kompor
Kompor ini penting banget buat memanaskan lilin agar tetap cair. Kompor yang digunakan biasanya diletakkan agak tinggi agar memudahkan pengrajin ketika membatik.
4. Loyang
Loyang ini digunakan sebagai tempat malam yang dipanaskan. Jadi, loyang akan ditempatkan di atas kompor.
Alat ini umumnya terbuat dari bahan tembaga berbentuk lingkaran. Diameter loyang antara 40-50 cm dengan tinggi 4,5 cm. Karena ukurannya cukup besar, loyang beratnya bisa mencapai 3,5-5 kg lho.
5. Lilin
Lilin atau malam merupakan bahan yang penting banget buat ngebatik. Gunanya lilin adalah untuk perintang warna agar motif batik dapat terbentuk.
6. Kain Mori
Bahan selanjutnya yang nggak kalah penting adalah kain. Kain yang digunakan biasanya adalah kain mori. Mori ini merupakan kain tenun yang berwarna putih dan biasanya berbahan katun, polyester, sutra, dan rayon.
7. Pewarna Batik
Pewarna batik digunakan untuk mewarnai kain sehingga terbentuk motif yang dibuat. Ada dua jenis pewarna yang biasa digunakan, pewarna alami atau sintetis.
8. Bantalan
Bantalan bisa disebut juga dengan kasur datar. Biasanya terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain. Tapi ada juga yang menggunakan busa atau spons yang dilapisi kain. Bantalan ini berfungsi untuk bantalan kain selama proses membatik.
9. Alat Tambahan
Selama proses pembuatan batik, kamu juga memerlukan beberapa alat tambahan. Alat-alat ini sebenarnya nggak wajib, tapi kalau ada tentu lebih baik.
- Baskom
- Angsang
- Serak kasar
- Serak halus
- Kemplong
- Gunting
- Celemek
- Sarung tangan karet
Cara Membuat Batik Cap
Bagaimana proses pembuatan batik cap? Berikut ini langkah-langkah sederhana yang bisa kamu ikuti untuk membuat batik cap.
1. Bentangkan Kain
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membentangkan kain di atas meja cap. Tentu sebelumnya, meja sudah dilapisi terlebih dahulu dengan bahan yang empuk, bisa spons, busa, atau kain blacu.
Kamu bisa menggunakan kain mori sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saja kain mori prima, kain mori biru, atau kain mori primisima. Kalau kamu ingin hasil batik bagus, pilih kain mori jenis primisima.
2. Cairkan Lilin
Siapkan loyang lalu letakkan di atas kompor yang sudah dinyalakan. Masukkan lilin ke dalam loyang dan panaskan sampai meleleh. Pastikan kompor selalu menyala agar lilin tetap cair ya.
Suhu lilin yang dianjurkan untuk malam atau lilin adalah 60-70 derajat celsius. Kamu bisa meletakkan juga termometer di lilin untuk mengetahui suhunya.
3. Celupkan Canting Cap
Jika lilin sudah mencair, celupkan cating cap sedalam 1 cm. Agar lilin cair tidak banyak yang terikut, kibas-kibaskan dulu canting cap ke loyang. Dengan cara ini, maka kelebihan lilin dapat diminimalisir.
Kalau kamu langsung mengecap ke kain tanpa dikibaskan terlebih dahulu, hasil cap tidak akan bagus. Biasanya hasil cap akan melebar dan motifnya jadi tidak terlihat. Apalagi kalau motif yang digunakan itu rumit dan kecil-kecil.
4. Cap Ke Kain
Canting cap yang sudah ada lilinnya kemudian diletakkan di atas kain lalu ditekan dengna cukup keras. Lilin yang masih cair akan meresap ke dalam pori-pori kain dan tembus hingga ke bagian belakang.
Biasanya, pengecapan dilakukan dari bagian pinggir kain terlebih dahulu. Tapi, ada juga yang melakukannya mulai dari tengah. Yang perlu diperhatikan itu tiap kali cap, motif antar cap harus saling bertemu agar hasil batik jadi rapi dan bagus.
Saat pengecapan, kamu juga bisa memukul gagang canting cap dengan tangan kiri agar lilin cepat menempel di kain. Cara ini juga dimaksudkan agar motif merata di kain.
5. Pewarnaan Kain
Proses pewarnaan dilakukan dengan mencelupkan kain mori yang sudah diberi lilin ke cairan pewarna.
