Dampak Internet dan Langkah Menanganinya
Dampak Internet – Kehadiran internet memiliki banyak dampak positif maupun negative, meski tujuan internet untuk memudahkan manusia dalam segala aspek kehidupan.
Internet juga merupakan jaringan terluas dalam sistem teknologi informasi yang memungkinkan untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia
Informasi di internet sendiri dapat dalam bentuk teks, video, musik, foto, atau bentuk lainnya dan tersebar melalui Internet yang dapat diakses melalui jaringan World Wide Web (www)
Baca Juga : Sejarah Perkembangan Internet
Dampak Negatif Internet
1. Kurangnya Komunikasi Tatap Muka
Kedengarannya sangat ironis ketika kurangnya komunikasi tatap muka disebut-sebut sebagai salah satu dampak negatif dari Internet.
Namun, dalam praktiknya, banyak orang merasa lebih mudah berkomunikasi melalui Internet daripada tatap muka. Kemudahan komunikasi yang ditawarkan oleh Internet juga membuat orang lebih memilih aplikasi chatting dan diskusi berita yang tersedia di Internet.
Hal ini juga mempengaruhi hubungan pribadi dengan teman dan keluarga. Kebiasaan mengobrol online ini entah bagaimana menarik Anda keluar dari kehidupan nyata.
2. Kurangnya Kreativitas
Salah satu fitur utama Internet adalah sumber informasinya yang tak ada habisnya. Fitur ini memberi pengguna akses cepat ke informasi yang mereka butuhkan.
Namun, ini juga mengurangi kreativitas. Karena disadari atau tidak, semua informasi yang Anda butuhkan tersedia dengan mudah dari internet itu sendiri, yang menyebabkan meningkatnya plagiarisme dan kurangnya kreativitas.
3. Cyberbullying
Cyberbullying pada dasarnya adalah istilah untuk bullying saat menggunakan internet. Kekurangan itu sendiri dapat dilihat sebagai salah satu konsekuensi Internet yang paling menyeramkan. Banyak orang menjadi korban cyberbullying.
Pengguna internet lebih rentan terhadap intimidasi karena intimidasi online lebih aman dan lebih mudah daripada intimidasi fisik, dengan sedikit peraturan atau undang-undang yang mengatur cyberbullying.
Korban cyberbullying juga dapat dipermalukan atau dipermalukan oleh komentar atau komentar negatif yang jahat. Remaja, terutama yang memasuki masa pubertas dan dengan segala kerentanan dan kerentanannya, bahkan lebih terpengaruh. Ada beberapa kasus korban cyberbullying yang membuat korban menjadi gila dan akhirnya bunuh diri.
4. Mengabaikan keluarga danl ingkungan
Penggunaan sesuatu yang berlebihan selalu memiliki efek samping. Internet tidak terkecuali. Jika Anda menggunakan Internet terlalu banyak, tanpa sadar Anda akan mengabaikan keluarga dan orang-orang terdekat Anda.
Ketika Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda menjelajahi Internet, Anda menjadi tidak peka terhadap kehidupan nyata dan orang-orang di sekitar Anda, termasuk keluarga Anda sendiri. Tujuan utama menggunakan Internet adalah untuk membuka pintu ke dunia baru, bukan untuk memisahkan diri dari kehidupan nyata.
Bagi sebagian besar remaja dan milenial, Internet menjadi satu-satunya teman mereka ketika mereka dapat menjelajahi Internet selama berjam-jam alih-alih keluarga dan teman dekat. Hal ini menyebabkan mereka mengabaikan anggota keluarga mereka dan ragu untuk berbicara dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar mereka.
Langkah Menangani Dampak Internet yang Negatif
Bagaimana cara mencegah dampak internet yang negatif? Banyaknya berita negatif terkait penggunaan internet pada anak kemudian dapat membuat orang tua merasa khawatir saat anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu dengan gawai. Padahal, hal-hal buruk tersebut juga akan diatasi dengan cara pengawasan yang tepat.
1. Mengajarkan pentingnya privasi
Masih cukup banyak anak yang kemudian belum memahami bahaya penyalahgunaan data. Maka sangat penting bagi orang tua untuk dapat mengajarkan batasan-batasan privasi yang dapat dibagikan di dunia maya.
Larang anak untuk mencantumkan berbagai informasi pribadi seperti diantaranya nomor telepon, email, alamat rumah, serta alamat sekolah, juga password, atau foto-foto tertentu. Jelaskan juga berbagai kemungkinan yang bisa terjadi jika seseorang menggunakan informasi pribadi mereka seperti di antaranya kasus penculikan di lingkungan sekolah yang terjadi dengan mengandalkan foto dari sosial media.
2. Menerapkan batasan-batasan bermain internet
Berikan juga daftar situs apa saja yang tidak dapat mereka akses saat bermain internet, seperti situs pronografi, online game yang penuh dengan kekerasan, situs judi, atau berkenalan dengan orang yang tidak dikenal tanpa sepengetahuan orang tua. Jangan ragu juga untuk mendiskusikan pada anak sanksi yang akan diterima jika mereka melanggar batasan tersebut.
3. Menjelaskan mengenai cyber bullying
Bermain sosial media akan terasa menyenangkan bagi anak karena mereka bisa menjalin pertemanan dengan siapa saja. Namun, kamu juga perlu menjelaskan bahwa mereka tetap harus bersikap baik dalam pertemanan dunia maya.
Jelaskan bahwa di Indonesia terdapat UU ITE yang melindungi seseorang dari perundungan serta akan menghukum pelaku nya. Minta anak untuk dapat bercerita kepadamu ketika mereka menjadi korban cyber bullying. Jalin hubungan emosional yang lebih erat dengan anak agar mereka dapat terbuka akan berbagai permasalahan yang dihadapi.
4. Manfaatkan fitur parental control
Aktifkan juga pengaturan parental control yang biasanya telah tersedia pada gawai. Fitur ini akan membantu orang tua dalam mengatur situs apa yang boleh ditampilkan serta ditonton anak. Pada mesin pencari seperti Google juga bisa kamu dapat mengaktifkan safe search sehingga situs-situs yang tak ramah anak akan disaring.
Namun, kamu juga tetap harus melakukan pengecekan berkala mengenai penggunaan internet pada anak untuk memastikan tidak ada pesan berbahaya ataupun tontonan tak layak yang tak sengaja lolos dari pengaturan.
5. Sediakan kegiatan lain
Biasanya anak yang ketergantungan pada gawai diawali dengan tidak adanya kegiatan menarik yang dapat ia dilakukan. Maka untuk mengatasinya kamu dapat menyiapkan berbagai aktivitas yang disenangi anak. Dengan semakin sibuk anak dengan kegiatannya, semakin minim juga waktu yang mereka butuhkan untuk kemudian berselancar di dunia maya.
